Jumat, 28 Agustus 2026

Raih BAZNAS Awards 2025, Menko PM Muhaimin Dorong Kolaborasi Perangi Kemiskinan di Indonesia

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Jumat, 29 Agustus 2025 | 14:46 WIB
Menko PM Muhaimin Iskandar. (Dok. Baznas
Menko PM Muhaimin Iskandar. (Dok. Baznas

Jakarta,RakyatSultra.id- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menganugerahkan penghargaan kepada Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) RI A. Muhaimin Iskandar sebagai Menteri Pendukung Gerakan Zakat, dalam ajang BAZNAS Award 2025 di Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi Menko PM Muhaimin dalam mendukung gerakan zakat dan pemberdayaan masyarakat. BAZNAS menilai peran kementerian yang dipimpinnya sangat strategis dalam mengintegrasikan program pemerintah dengan gerakan zakat nasional untuk menanggulangi kemiskinan.

Dalam sambutannya, Menko PM Muhaimin Iskandar menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan. Ia menegaskan, kerja sama antara pemerintah dan BAZNAS harus terus diperkuat sebagai bagian dari solusi pengentasan kemiskinan di Indonesia.

“Terima kasih atas apresiasi yang diberikan BAZNAS kepada saya pribadi dan kepada Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Semoga kerja sama ini dapat mendorong orientasi baru pembangunan nasional yang berlandaskan kebersamaan, serta mampu menjawab problematika umat di seluruh tanah air,” ujar Muhaimin.

Muhaimin juga menekankan, pentingnya semangat gotong royong dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera. Menurutnya, BAZNAS hadir sebagai solusi nyata dalam menggerakkan solidaritas umat.

“Kita memahami dengan baik bahwa selain program-program yang dijalankan pemerintah, BAZNAS juga memiliki peran strategis, terutama dalam mengatasi berbagai persoalan masyarakat, khususnya penanggulangan kemiskinan,” ucapnya.

Muhaimin menjelaskan, sejak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, paradigma pembangunan nasional mengalami perubahan signifikan. Pemerintah kini tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, melainkan juga mengedepankan pemberdayaan sosial yang lebih berkelanjutan agar masyarakat miskin bisa mandiri dan meningkatkan kualitas hidup.

Muhaimin mengungkapkan, saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan besar, yakni sekitar 3 juta penduduk miskin ekstrem dan 25 juta masyarakat miskin relatif. Karena itu, ia menilai peran BAZNAS semakin penting untuk memperkuat gotong royong nasional dalam menekan angka kemiskinan.

“Atas nama pemerintah, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, khususnya BAZNAS, yang terus bergerak aktif dalam upaya mengatasi kemiskinan. Saya berharap BAZNAS beserta seluruh jajarannya menjadi bagian integral dalam pemberdayaan masyarakat,” ucap Muhaimin.

Muhaimin optimistis, target penghapusan kemiskinan ekstrem dapat tercapai. Ia menyebut pemerintah berkomitmen menekan angka 3 juta penduduk miskin ekstrem hingga menjadi nol pada tahun 2026 melalui program-program pemberdayaan yang melibatkan banyak pihak, termasuk kolaborasi bersama BAZNAS.

Lebih jauh, Pemerintah Indonesia menargetkan angka kemiskinan nasional turun maksimal 4 persen pada 2029. Dalam empat tahun ke depan, minimal 3 persen penduduk miskin diharapkan dapat terentaskan. Menurut Muhaimin, target tersebut hanya bisa dicapai melalui kerja sama seluruh elemen bangsa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X