Jumat, 28 Agustus 2026

Whoosh Bikin KAI Rugi Nyaris Triliunan Rupiah, Masihkah Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Diperlukan?

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Jumat, 29 Agustus 2025 | 09:27 WIB
Kereta cepat whoosh sudah bikin KAI merugi nyaris Rp 1 triliun, namun pemerintah masih percaya diri untuk melanjutkan rute kereta cepat hingga ke Surabaya. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Kereta cepat whoosh sudah bikin KAI merugi nyaris Rp 1 triliun, namun pemerintah masih percaya diri untuk melanjutkan rute kereta cepat hingga ke Surabaya. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Jakarta,RakyatSultra.id-  Saat rencana pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya mengemuka, muncul pengakuan horor dari PT KAI yang membawahkan KCIC selaku operator whoosh, kereta cepat Jakarta-Bandung. KAI rugi nyaris Rp 1 Triliun! Hanya untuk operasional Whoosh.

Tapi, pemerintah tetap pede menggulirkan rencana pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya meski ada bayang-bayang kerugian sebagaimana dialami KAI.

Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi kepada Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk melanjutkan proyek Kereta Cepat di tanah air.

Dari sebelumnya, hanya Kereta Cepat rute Jakarta-Bandung, rutenya diminta diperpanjang hingga ke Surabaya. Sehingga menjadi Kereta Cepat Jakarta-Surabaya.

"Ada tugas khusus dari Bapak Presiden kepada kami (Kemenko Infrastruktur) untuk mengawal keberlanjutan Kereta cepat. Jadi bukan hanya Jakarta-Bandung, diharapkan sampai dengan Surabaya," kata AHY di Kantor Kemenko Infrastruktur, Jakarta, pada awal Agustus ini.

AHY menyampaikan bahwa instruksi Presiden itu bukan tanpa alasan. Ada harapan besar Prabowo terhadap megaproyek itu, salah satunya membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, sehingga tidak hanya terpusat di Jabodetabek.

Tak hanya itu, proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya juga diharapkan bisa membantu mobilitas barang dan pergerakan orang menjadi lebih lancar di pulau Jawa.

"Ini menjadi salah satu game changer dari mobilitas manusia dan barang, termasuk jasa, yang jauh lebih cepat terhubung melalui sebuah sistem dan ekosistem high speed rail," jelasnya.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Masih Bebani Keuangan Negara
Kendati demikian, di balik instruksi Presiden Prabowo kepada AHY, berdasarkan data yang dihimpun JawaPos.com, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung masih membebani keuangan negara.


Pasalnya, biaya pembangunan proyek tersebut membengkak menjadi USD 7,2 miliar, dari sebelumnya diperkirakan hanya menelan biaya sekitar USD 5,13 miliar.

Pembengkakan biaya pembangunan Kereta Cepat yang dinamai Whoosh itu disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari kenaikan biaya pembebasan lahan, permasalahan teknis engineering, procurement, dan constructions (EPC), serta hambatan geologi.

Sebagian besar pembiayaan proyek Whoosh bersumber dari dana pinjaman China Development Bank (CDB).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB
X