Jumat, 28 Agustus 2026

Aksi Demonstrasi 25 Agustus 2025 Diduga Bikin Konten Provokatif Marak, Komdigi Serukan Jaga Ruang Digital dari Penyebaran DFK dan Deepfake

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Rabu, 27 Agustus 2025 | 13:52 WIB
Sejumlah masa aksi demo 25 Agustus terlibat bentrokan dengan petugas kepolisian di kawasan Pejompongan, Jakarta, Senin (25/8/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Sejumlah masa aksi demo 25 Agustus terlibat bentrokan dengan petugas kepolisian di kawasan Pejompongan, Jakarta, Senin (25/8/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Jakarta,RakyatSultra.id-  Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyerukan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari media, platform digital, hingga masyarakat, untuk menjaga ruang digital dari penyebaran disinformasi, fitnah, kebencian (DFK), serta deepfake.

Hal ini disampaikan setelah aksi demonstrasi Senin (25/8) lalu yang berakhir ricuh dan diduga membuat konten provokatif di media sosial menjadi marak.

Fenomena tersebut dinilai semakin berbahaya karena berkembang seiring dengan kemajuan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menegaskan bahwa konten DFK maupun deepfake dapat menggerus demokrasi bila tidak segera ditangani.

“Negara hadir dengan menegakkan aturan dan mengajak kita semua bareng-bareng melindungi masyarakat dan generasi muda di ruang digital,” ujarnya di Kantor PCO, Jakarta Pusat, Selasa (26/8).

Ia menilai maraknya disinformasi berpotensi memenuhi ruang publik dengan kabar menyesatkan yang pada akhirnya melemahkan semangat masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

Selain itu, ia juga menyoroti masih banyaknya konten ilegal, seperti pornografi dan judi online, yang beredar di platform asing meski pemerintah telah melakukan pemblokiran.

“Kami meminta platform asing yang beroperasi di Indonesia untuk patuh hukum nasional. Konten DFK dan konten ilegal harus bisa ditindak secara otomatis, by system. Tujuannya jelas: menjaga ruang digital aman, bersih, dan sehat untuk demokrasi,” tegas Angga.

Tak hanya itu, Wamenkomdigi Angga turut mengapresiasi peran media dan masyarakat yang aktif melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi.

Ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak terjebak arus kabar palsu.

“Sebagai orang tua, saya ingin melindungi anak-anak dari informasi yang salah. Kita harus bersama menjaga ruang digital sehat demi masa depan bangsa,” tandasnya.

Pemerintah pun menegaskan bahwa upaya menjaga ruang digital dari ancaman DFK dan deepfake bukan hanya tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X