Jumat, 28 Agustus 2026

Jelang 17 Agustus, Polri-Bulog distribusikan beras murah ke 485 ribu warga, harga ditekan

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 13:24 WIB
Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat kick off gerakan pangan murah. (Mabes Polri)
Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat kick off gerakan pangan murah. (Mabes Polri)

Jakarta,RakyatSultra.id Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama Perum Bulog resmi memulai Gerakan Pangan Murah secara serentak di seluruh Indonesia. Kick-off program nasional ini dipusatkan di kantor Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (14/8).

Sejumlah tokoh hadir dalam peluncuran, termasuk Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, dan Direktur Utama Perum Bulog Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani.

Kapolri Listyo Sigit menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga pangan, terutama komoditas utama seperti beras, agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan kick-off Gerakan Pangan Murah secara serentak. Hingga 13 Agustus, sudah disalurkan 5.706 ton beras SPHP di 4.705 titik. Khusus hari ini, kami menyalurkan 2.424 ton di 1.552 titik dengan penerima manfaat hampir 485 ribu orang,” ujar Kapolri.

Ia juga memastikan bahwa harga beras, gula, dan minyak goreng yang dijual melalui program ini tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), sesuai ketentuan dari Bulog.

“Kami terus mendorong penyaluran beras SPHP sebanyak 1,3 juta ton agar segera terealisasi sesuai arahan Bapak Presiden. Evaluasi akan dilakukan setiap minggu untuk memastikan program berjalan optimal,” tegasnya.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut bahwa inisiatif ini memiliki dampak strategis terhadap pengendalian inflasi nasional. Ia menyoroti bahwa beras merupakan komoditas yang sangat berpengaruh terhadap pergerakan inflasi.

“Target inflasi kita berada di kisaran 1,5 sampai 3,5 persen. Pada Juli kemarin inflasi tercatat 2,37 persen, sesuai target. Namun beras adalah komoditas utama yang harus dijaga. Beberapa wilayah di timur bahkan harganya sempat di atas HET, yakni Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram,” ungkap Mendagri.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama Polri, TNI, dan pemerintah daerah, karena telah mempercepat distribusi pangan ke berbagai wilayah.

“Dari 237 kabupaten/kota yang sebelumnya mengalami kenaikan harga beras, kini harga sudah turun menjadi sekitar Rp191 per kilogram. Polri dengan jaringannya hingga daerah sangat membantu stabilisasi ini,” jelas Tito.

Sementara itu, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan kelanjutan dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, distribusi bantuan pangan telah mencakup 90 persen dari target untuk 18,27 juta keluarga.

“Bantuan pangan sudah 90 persen tersalurkan untuk 18,27 juta Keluarga Penerima Manfaat. Selanjutnya Gerakan Pangan Murah SPHP sebanyak 1,3 juta ton akan terus berjalan hingga Desember,” kata Arief.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat dapat membeli bahan pokok lain dengan harga terjangkau di titik-titik distribusi program ini.

“Beras dijual Rp 11.000 per kilogram, minyak goreng Rp 15.000, dan tepung Rp 10.000. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Terima kasih kepada Kapolri, jajaran Kapolda, Dirut Bulog, dan semua pihak yang mendukung,” ucapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X