Jakarta,RakyatSultra.id- Beragam cara dilakukan pemerintah untuk menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Salah satunya dengan metode operasi modifikasi cuaca (OMC). Langkah ini dinilai efektif, sehingga armada helikopter untuk kegiatan OMC itu akan ditambah.
Komitmen menambah unit helikopter untuk kegiatan OMC penanganan karhutla di Riau disampaikan langsung oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Dia mengatakan laporan terkini, ada penurunan titik api atau hot spot karhutla Riau secara signifikan. Dari sebelumnya yang mencapai ribuan titik hot spot, sekarang tinggal sekitar seratus titik saja.
Perkembangan penanganan karhutla Riau itu disampaikan Raja, pada rapat rapat koordinasi terkait pengendalian Karhutla di Riau pada Rabu (23/7) malam. Dia mengatakan saat ini terdapat penurunan angka titik api. “Ada angka penurunan titik api di Riau. Dari awalnya tanggal 16 (Juli) di angka 1.300 (titil api), perhari ini angkanya di 116 titik,” ujar Raja.
Dia mengatakan penurunan titik api atau hot spot itu, merupakan hasil kerjasama berbagai pihak. Mulai dari TNI, Polri, BNPB hingga personel Manggala Agni. Upaya penanganan Karhutla Riau tidak hanya dengan menerjunkan pasukan darat. Namun, juga dilakukan melalui udara dengan cara OMC. Dengan penurunan angka hot spot yang signifikan itu, Raja mengatakan operasi penanaman sudah relatif berhasil. Meskipun begitu masih perlu dioptimalisasi.
Raja menuturkan nantinya akan ada penambahan sarana prasarana untuk terus menurunkan jumlah titik api. Beberapa diantaranya dengan penambahan helikopter, water bombing, hingga mobilisasi pasukan untuk pemadaman di daerah Rokan Hulu (Rohul) dan Rokan Hilir (Rohil).
“Sekarang ada tersedia 2 unit heli untuk OMC insyallah akan jadi 3 unit," ungkapnya. Dengan penambahan unit helikopter itu, diharapkan kegiatan OMC bisa dilaksanakan dengan intensitas yang lebih banyak. Selain itu juga menjangkau secara lebih luas.
Kegiatan OMC merupakan inovasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Selain dengan helikopter, OMC juga dijalankan dengan pesawat terbang. Secara teknis, OMC dilakukan dengan cara menyemai awan. Cara ini dilakukan dengan menebar garam (NaCl) di gumpalan awan.
Selain itu pemerintah juva akan menambah water bombing yang sekarang ada 3 unit. Raja mengatakan dalam satu atau dua hari ini akan bertambah menjadi 5 unit. Lalu akan ada mobilisasi pasukan darat baik dari TNI Polri, terutama untuk pemadaman di daerah Rohul dan Rohil.
Dia kembali meminta masyarakat untuk tidak bermain api maupun melakukan land clearing dengan cara membakar. “Ingatkan memori masa lalu ketika Riau dikepung asap, tidak bisa keluar rumah, pesawat tidak bisa mendarat, adik-adik tidak bisa sekolah, banyak yang masuk rumah sakit kena ISPA,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah mengingatkan masyarakat tidak melakukan land clearing atau pembukaan lahan dengan cara membakar. Masyarakat yang masih bandel, siap-siap dijerat pidana.
Sanksi pidana itu bukan sekadar ancaman. Sejak Januari sampai Juli 2025 total ada 44 orang jadi tersangka akibat pembakaran lahan. Dengan total luas karhutla yang diakibatkan mencapai 269 hektar. Khusus dalam sepekan terakhir saja, ada 29 orang dijadikan tersangka kasus karhutla.
Peringatan supata masyarakat atau korporasi tidak membuka lahan dengan membakar, diantaranya disampaikan Menhut Raja Juli Antoni. Dia mengingatkan masyarakat Riau supaya tidak membakar hutan dan lahan, terutama pada 22 hingga 28 Juli. Berdasarkan data BMKG, periode tersebut memiliki potensi sangat mudah terbakar.