Jumat, 28 Agustus 2026

Gunung Semeru Erupsi, Petugas di Lumajang Laporkan Tinggi Letusan Kini Capai 1 Km di Atas Puncak

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Kamis, 17 Juli 2025 | 14:08 WIB
Foto erupsi Gunung Semeru pada Kamis (17/7) pagi (HO-PVMBG)
Foto erupsi Gunung Semeru pada Kamis (17/7) pagi (HO-PVMBG)

Jakarta,RakyatSultra.id- Gunung Semeru dilaporkan kembali mengalami erupsi dengan tinggi letusan yang meningkat pada Kamis (17/7) pagi.

Gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur tersebut kini mengeluarkan letusan setinggi satu kilometer di atas puncak (Mahameru).

Dikutip dari situs berita ANTARA, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian memberikan laporan tertulis terkait erupsi tersebut yang diterima di Lumajang.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 07.42 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih sekitar seribu meter di atas puncak," kata Mukdas.

Mukdas lalu menambahkan bahwa erupsi tersebut juga menyemburkan abu vulkanik yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya.

Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 158 detik.

Menurut Mukdas, aktivitas Gunung Semeru masih didominasi gempa letusan pada periode pengamatan Rabu (16/7) selama 24 jam terakhir.

Aktivitas gempa letusan Gunung Semeru tercatat sebanyak 32 kali dengan amplitudo 10-22 mm serta diikuti oleh gempa mulai dari guguran, embusan, harmonik, dan tektonik.

Berdasarkan keterangan dari aplikasi MAGMA Indonesia pada Kamis (17/7), erupsi Semeru saat ini masih dalam status Waspada atau level II.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menghimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak.

Masyarakat dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar.

"Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," ujar Yadi.

PVMBG juga meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X