Jumat, 28 Agustus 2026

Gubernur Jatim Khofifah Peluk Keluarga Korban KMP Tunu Pratama Jaya yang Tenggelam di Selat Bali, Tangis Haru Iringi Penyerahan Santunan

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Senin, 14 Juli 2025 | 10:04 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memeluk keluarga korban meninggal KMP Tunu Pratama Jaya di Pelabuhan Ketapang. (Humas Pemprov Jatim)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memeluk keluarga korban meninggal KMP Tunu Pratama Jaya di Pelabuhan Ketapang. (Humas Pemprov Jatim)

Jakarta,RakyatSultra.id- Suasana haru menyelimuti Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memeluk keluarga korban KMP Tunu Pratama Jaya, yang karam di Selat Bali sepekan lalu.

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Sebagai informasi, hingga Minggu sore (13/7), sebanyak 18 korban meninggal dunia telah dievakuasi. 10 di antaranya adalah warga Jawa Timur.

Rinciannya, 8 orang warga Banyuwangi, 1 orang warga Blitar, dan 1 orang warga Probolinggo.

Isak tangis pun pecah ketika Khofifah menyerahkan santunan duka kepada 8 ahli waris korban meninggal dunia asal Banyuwangi.

Berikut delapan korban asal Banyuwangi yang meninggal dalam tragedi KMP Tunu Pratama Jaya:

1. Eko Satriyo, laki-laki, 51 tahun, warga Lingkungan Sukowidi Barat Tril Kerta RT 1 Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi
2. Elok Rumantini, perempuan, 34 tahun, warga Lingkungan Sritanjung, Banyuwangi
3. Cahyani, perempuan, 45 tahun, warga Dusun Krajan Kulon, RT.004/RW.013, Kelurahan Wonosobo, Kecamatan Srono, Banyuwangi
4. Fitri April Lestari, perempuan, 33 tahun, warga Dusun Sumbar 1, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi
5. Afnan Aqiel Mustafa, laki-laki, 3 tahun, warga Dusun Simbar 1, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi
6. Daniar Nadief Inzaqi, laki-laki, 21 tahun, warga Dusun Gunung sari RT/02 RW/04, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi
7. Rido Anggoro, laki-laki, 29 tahun, warga Dusun Badean RT.002/RW.001, Kecamatan Kabat, Banyuwangi
8. Novan Hadiansyah, laki-laki, 15 tahun, warga Jembrana, RT.01/RW.01 Desa Kunir, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi.

“Atas berpulangnya para korban laka laut KMP Tunu Pratama Jaya, kami menyampaikan bela sungkawa dan duka cita yang mendalam. Semoga Allah memberikan kekuatan dan kesabaran,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Minggu (13/7).

Khofifah menyerahkan santunan berupa uang senilai Rp 10 Juta kepada masing-masing ahli waris korban. Selain menyerahkan santunan, ia juga berdialog kepada para keluarga korban yang belum ditemukan.

“Sampai dengan hari ini ada 18 korban (KMP Tunu Pratama Jaya) meninggal yang sudah ditemukan tim SAR gabungan, serta 30 korban ditemukan dalam keadaan selamat (17 korban lainnya masih hilang),” imbuhnya.

Lebih lanjut, untuk ahli waris korban meninggal dunia asal Probolinggo dan Blitar, Khofifah menyebut telah menginstruksikan Kalaksa BPBD agar tim Tagana menyampaikan duka dan santunan dari Pemprov Jatim.

Khofifah secara khusus mengapresiasi kerja keras Tim SAR gabungan, yang terus berjibaku di lapangan untuk menemukan seluruh korban kecelakaan laut KMP Tunu Pratama Jaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X