Jumat, 28 Agustus 2026

Update Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya, Satu Jenazah Ditemukan Nelayan di Pantai Pebuahan

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Rabu, 9 Juli 2025 | 13:53 WIB
Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi korban ke-41 hari ini, Rabu (9/7). (Dokumentasi Basarnas Surabaya)
Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi korban ke-41 hari ini, Rabu (9/7). (Dokumentasi Basarnas Surabaya)

Jakarta,RakyatSultra.id-Memasuki operasi pencarian hari ketujuh, Rabu (9/7), upaya pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali mulai membuahkan hasil.

Satu jenazah yang diduga berjenis kelamin laki-laki ditemukan di Pantai Pebuahan, Bali pada Rabu (9/7) sekitar pukul 07.00 WITA. Jenazah tersebut terduga salah satu korban kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang karam.

"Melaporkan penemuan korban pada hari ini, ditemukan nelayan di Pantai Pebuahan, kurang lebih 2 KM dari Bibir Pantai pukul 07.00 WITA," ujar Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan, Ribut Eko Suyatno dalam keterangannya, Rabu (9/7).
Eko selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi ini mengatakan, identitas dari jenazah korban belum dapat dipastikan, namun ciri-cirinya adalah mengenakan celana biru pendek dan kaos berwarna hitam.

Tim SAR gabungan langsung mengevakuasi korban tak lama setelah mendapat laporan. Jenazah korban kemudian dibawa menuju RSUD Negara Jembrana untuk dilakukan proses identifikasi.


Baca Juga: Juara Liga 1 Persib Bandung Ogah Gas Pol di Piala Presiden 2025, Imbang Lawan Dewa United dan Gagal ke Final!

"Jenazah kami antarkan dari Pantai Pebuahan sekitar pukul 08.09 WITA dan tiba di RSU Negara pada pukul 08.25 WITA. Pukul 11.12 WITA, korban dikirim menuju RSUD Blambangan, Banyuwangi," imbuhnya.

Kronologi singkat
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.

Cuaca ekstrem juga disebut menjadi salah satu penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Gelombang laut setinggi 2,5 meter di Selat Bali membuat kapal kehilangan stabilitas dan karam di titik koordinat -08°09.371', 114°25, 1569.

Berdasarkan data manifest, saat peristiwa nahas tersebut terjadi, KMP Tunu Pratama Jaya sedang membawa 65 orang, dengan rincian 53 penumpang dan 12 kru kapal.

Dengan temuan satu jenazah ini, maka total korban yang telah dievakuasi berjumlah 41 orang, dengan rincian 30 korban selamat dan 11 korban meninggal dunia. Sementara 24 orang lainnya masih dalam pencarian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X