Jumat, 28 Agustus 2026

Komisi III DPR Ingatkan BNN: Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba Hak bagi Semua Kalangan, Tak cuma Selebritas

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Rabu, 2 Juli 2025 | 14:32 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah barang bukti yang disita dari penggerebekan laboratorium gelap narkotika atau clandestine lab oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat. (Istimewa)
ILUSTRASI. Sejumlah barang bukti yang disita dari penggerebekan laboratorium gelap narkotika atau clandestine lab oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat. (Istimewa)

Jakarta,RakyatSultra.id Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, menyoroti kebijakan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang tidak lagi menangkap artis pengguna narkoba. Ia menegaskan, BNN harus menjaga prinsip keadilan dan transparansi dalam pelaksanaan kebijakan tersebut agar tidak menimbulkan kesan adanya ketimpangan hukum di mata masyarakat.

"Kita mendukung pendekatan yang memanusiakan korban penyalahgunaan narkoba, termasuk melalui rehabilitasi. Namun, negara harus berhati-hati agar kebijakan ini tidak menimbulkan persepsi bahwa selebritas mendapatkan perlakuan istimewa dibandingkan masyarakat biasa," kata Abdullah kepada wartawan, Rabu (2/7).

ILUSTRASI. Sejumlah barang bukti yang disita dari penggerebekan laboratorium gelap narkotika atau clandestine lab oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat. (Istimewa)
 

"Kalau artis tidak ditangkap demi menghindari glorifikasi narkoba, bagaimana dengan masyarakat biasa yang tertangkap di pinggir jalan dan langsung diproses pidana? Apakah mereka juga berhak atas perlindungan dan rehabilitasi yang sama?" cetus Abdullah.

Ia menekankan pentingnya keadilan prosedural dalam penerapan kebijakan ini. "Rehabilitasi bagi pengguna narkoba jangan hanya berlaku untuk artis, tapi harus adil dan bisa diakses oleh semua kalangan," tegasnya.

Abdullah juga menyoroti pemberantasan narkotika tidak cukup hanya menyasar pengguna, tetapi juga harus menyentuh akar permasalahan di hulu. Karena itu, ia mendorong agar pendekatan baru yang ditempuh BNN menjadi bagian dari transformasi sistem penanggulangan narkotika yang lebih berkeadilan. Sebab, hukum tidak boleh tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.

"Intinya, kita ingin arah baru dalam penanganan narkoba ini benar-benar membawa keadilan dan efektivitas," ujarnya.

Abdullah juga memastikan bahwa DPR RI akan terus mengawal isu pemberantasan narkoba, termasuk melalui fungsi legislasi dan pengawasan terhadap implementasi Undang-Undang Narkotika yang saat ini sedang dievaluasi. "Jangan sampai kebijakan yang baik justru menjadi bumerang karena pelaksanaannya tidak adil, tidak transparan, atau hanya menguntungkan kelompok tertentu," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala BNN Komjen Pol Marthinus Hukom menyatakan lembaganya memutuskan untuk tidak lagi menangkap artis pengguna narkotika. Alasannya, sorotan publik terhadap penangkapan artis justru bisa menjadi bumerang, karena para artis adalah figur publik yang setiap geraknya disorot media dan bisa secara tidak langsung mengampanyekan narkoba.

Sebagai gantinya, BNN akan menempuh pendekatan rehabilitasi bagi artis pengguna narkoba.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X