Jakarta,RakyatSultra.id- Penulis dan pengajar di SOAS University Of London, Soe Tjen Marching kembali menyorot persoalan kekerasan seksual dalam tragedi 1998.
Hal ini berkaitan dengan berbagai pendapat yang menyebut korban di insiden tersebut tidak melapor.
Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Soe Tjen Marching memberikan pandangannya.
“Ada saja yang bilang kalau diperkosa pada Mei 98, kenapa tidak melapor ke polisi?,” tulisnya dikutip Kamis (26/6/2025).
Menurutnya, korban dari insiden ini justru berusaha melaporkan dan meminta pertolongan.
Namun, respon yang diberikan oleh pihak berwajib tidak mengubris laporan dari para korban.
“Bagaimana mau melapor? Banyak dari mereka yg mencoba minta tolong polisi saat kejadian Mei 98 itu,” ujarnya.
“tapi tidak digubris,” tambahnya.
Parahnya lagi, Soe Tjen Marching dari para korban yang melapor ini justru kembali dilecehkan.
“Bahkan ada yang malah dilecehkan,” ungkapnya.
“Jadi bagaimana masih diminta melapor?,” terangnya.