Jumat, 28 Agustus 2026

Amnesty International Ingatkan Prabowo yang Ancam Negara Bukan LSM Didanai Asing, Tapi Pejabat Korup

Photo Author
Sitti Asnawati, Rakyat Sultra
- Selasa, 3 Juni 2025 | 14:04 WIB
 

Jakarta,RakyatSultra.id Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menegaskan musuh utama Negara bukan LSM yang didanai asing. Melainkan para pejabat negara yang melakukan praktik korupsi, sehingga melumpuhkan negara dan rakyat.

Pernyataan ini disampaikan Usman merespons ungkapan Presiden prabowo Subianto, soal LSM yang didanai asing dapat mengadu domba antar anak bangsa.

"Musuh utama bangsa kita bukanlah LSM yang didanai lembaga asing. Musuh utama bangsa kita dan yang melumpuhkan negara kita adalah elite-elite politik yang terlibat korupsi," kata Usman kepada wartawan, Selasa (3/6).

Usman menegaskan, para pejabat negara yang melakukan praktik korupsi, tidak hanya sebatas mengambil uang rakyat. Tetapi juga merusak demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Bahkan, praktik-praktik korupsi itu juga mampu merusak kekayaan alam dan juga hukum untuk kepentingan pribadi.

 

"Korupsi lingkungan yang mengeruk kekayaan alam. Korupsi hukum yang mengutak-atik hukum demi kepentingan elite dan menjadikan hukum sebagai alat untuk merampok. Bukan untuk keadilan," tegas Usman.

Aktivis HAM itu juga menyesalkan praktik korupsi yang merusak moral bangsa. Sebab, praktik lancung itu hanya mementingkan segelintir orang dalam urusan bernegara.

"Mereka juga korupsi moral yang merusak kepentingan bangsa dan negara menjadi kepentingan keluarga, anak, menantu, keponakan, cucu, dan kroni. Semua ini dikerjakan oleh elite-elite politik yang korup," cetus Usman.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengungkapkan bahwa bangsa Indonesia saat ini dihadapi dengan berbagai tantangan global. Prabowo menyinggung Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menyuarakan demokrasi dan HAM tapi justru didanai oleh asing.

Prabowo mengajak setiap elemen bangsa bersatu membumikan nilai-nilai Pancasila, untuk bersama-sama menghadapi kekuatan asing, yang tidak suka dengan Indonesia.

"Saya mengajak sekali lagi seluruh rakyat Indonesia bersatu, perbedaan jangan menjadi sumber gontok-gontokkan, ini selalu yang diharapkan oleh kekuatan- kekuatan asing yang tidak suka Indonesia kuat, tidak suka indonesia kaya," ucap Prabowo saat menyampaikan sambutan dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (2/6).

Prabowo menyampaikan, ratusan tahun berbagai negara asing telah mengadu domba bangsa Indonesia. Bahkan, terkini diduga para negara asing membiayai LSM untuk terus mengadu domba bangsa Indonesia. Ia tak menginginkan bangsa Indonesia terus dipermainkan dengan negara asing.

"Ratusan tahun mereka adu domba kita sampai sekarang, dengan uang, mereka membiayai LSM-LSM untuk mengadu domba kita, mereka katanya penegak demokrasi, HAM, kebebasan pers, saya tidak mengajak bangsa Indonesia untuk curiga sama bangsa asing, kita tidak boleh dipermainkan oleh bangsa manapun," tegasnya.

Karena itu, Prabowo sebagai kepala negara mengajak elemen masyarakat untuk kompak dalam menghadapi perbedaan yang ada. Sehingga, Pancasila tak hanya jadi sekadar slogan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sitti Asnawati

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X