Jakarta,RakyatSultra.idIndonesia akan menjadi tuan rumah International Conference on Infrastructure (ICI) 2025, yang akan digelar pada 11–12 Juni 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Acara tersebut menjadi ajang penting bagi Indonesia untuk menunjukkan rencana pembangunan infrastrukturnya kepada dunia, terutama menjelang KTT G7 di Kanada yang berlangsung beberapa hari setelahnya.
Menurut Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Muhammad Rachmat Kaimuddin, konferensi ini bertujuan mempercepat Pembangun-infrastruktur nasional guna mendukung target besar pemerintah, seperti Pertumbuhan Ekonomi 8 persen, swasembada pangan, dan energi.
Rachmat menyebutkan, kebutuhan dana infrastruktur pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diperkirakan tiga kali lipat lebih besar dibanding periode sebelumnya. Karena itu, ICI 2025 akan menjadi wadah kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk membahas isu-isu strategis serta membuka peluang investasi dengan banyak fokus dibahas.
Selain sesi pleno dan diskusi, ICI 2025 juga menghadirkan pameran proyek strategis, forum business matching, dan pertemuan bilateral untuk mendorong realisasi proyek nyata.
Sejak April 2025, berbagai kegiatan pra-konferensi telah dilakukan untuk menyaring proyek-proyek potensial yang siap ditawarkan kepada investor.
“Kami hadir dengan portofolio konkret, kebijakan yang mendukung, dan semangat kolaborasi. Ini momentum Indonesia memimpin transformasi infrastruktur global,” kata Rachmat.
Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Kemenko Infrastruktur Herzaky Mahendra Putra menambahkan, konferensi ini menunjukkan keseriusan pemerintah menjadikan infrastruktur sebagai prioritas utama pembangunan.
“Infrastruktur adalah fondasi pertumbuhan ekonomi. Melalui ICI, kita ingin memperlihatkan kemajuan dan arah pembangunan ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Arnanto Nurprabowo, menyampaikan bahwa Menteri Meutya Hafid akan mengisi sesi terkait infrastruktur digital, smart city, sistem perbankan, dan ekonomi digital lainnya.