Jumat, 28 Agustus 2026

Pegadaian Turut Wujudkan Keberlanjutan Energi & Air Bersih di Batam

Photo Author
Sitti Asnawati, Rakyat Sultra
- Selasa, 4 Maret 2025 | 03:59 WIB
Pegadaian menjadi koordinator dalam kolaborasi 23 BUMN bersama Universitas Jenderal Soedirman untuk menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan sistem Reverse Osmosis (RO) air laut di Pond
Pegadaian menjadi koordinator dalam kolaborasi 23 BUMN bersama Universitas Jenderal Soedirman untuk menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan sistem Reverse Osmosis (RO) air laut di Pond

 Batam,Rakyatsultra.id - PT Pegadaian kembali membuktikan perannya sebagai penggerak utama dalam inisiatif pembangunan berkelanjutan dengan menjadi koordinator dalam kolaborasi 23 BUMN bersama Universitas Jenderal Soedirman untuk menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan sistem Reverse Osmosis (RO) air laut di Pondok Pesantren Darussalam Al-Gontory, Batam, pada Senin (24/2) lalu.

Sebagai institusi pendidikan yang berperan penting dalam membentuk karakter generasi muda, Pondok Pesantren Darussalam Al-Gontory selama ini menghadapi tantangan besar dalam akses air bersih dan listrik yang memadai.

Kondisi tersebut mempengaruhi operasional pesantren serta kesejahteraan para santri.

Menyadari urgensi tersebut, Pegadaian mengambil inisiatif untuk mengkoordinasikan upaya bersama dalam menyediakan solusi berbasis teknologi yang berkelanjutan dan berdampak jangka panjang.

Direktur Jaringan, Operasi, dan Penjualan Pegadaian, Eka Pebriansyah menuturkan inisiatif ini bukan sekadar bantuan, melainkan langkah strategis untuk membangun keberlanjutan energi dan air bersih bagi komunitas pesantren.

“Kami percaya pendidikan berkualitas harus ditunjang dengan infrastruktur dasar yang memadai. Dengan tersedianya listrik berbasis energi terbarukan dan sistem penyediaan air bersih yang berkelanjutan, kami berharap para santri dapat belajar dengan lebih nyaman dan produktif. Sinergi ini membuktikan bahwa BUMN dapat bekerja bersama untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Eka.

 
 

Dalam proyek ini, sistem PLTS yang diterapkan memiliki kapasitas yang memungkinkan pasokan listrik yang stabil untuk mendukung operasional pesantren dan sistem RO secara mandiri.

Di sisi lain, sistem Reverse Osmosis (RO) air laut yang diterapkan mampu menyaring air laut menjadi air bersih dengan kapasitas 1.000 liter per jam serta menyediakan 300 galon air minum per hari.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas air yang dihasilkan memiliki Total Dissolved Solids (TDS) di bawah 50 ppm, sesuai standar kelayakan konsumsi.

 

Dengan teknologi ini, Pondok Pesantren Darussalam Al-Gontory kini memiliki akses air bersih yang layak dan berkelanjutan, sehingga santri tidak lagi mengalami kendala dalam pemenuhan kebutuhan dasar mereka.

Melalui program ini, Pegadaian tidak hanya membantu santri, namun juga warga sekitar yang turut menggunakan fasilitas air dan listrik ini.

 

Pemimpin pondok pesantren, Ustadz Taten Rustandi, menyampaikan apresiasi mendalam atasan dukungan Pegadaian dan para mitra yang telah mewujudkan solusi nyata bagi lingkungan pesantren.

“Kami sangat bersyukur atas kepedulian yang diberikan. Dengan adanya listrik yang stabil dan air bersih, santri kami bisa lebih fokus dalam menimba ilmu tanpa harus menghadapi kesulitan dalam kehidupan sehari-hari. Ini bukan hanya bantuan, tetapi investasi dalam masa depan generasi muda,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar bantuan infrastruktur, program ini mencerminkan komitmen Pegadaian dalam membangun ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sitti Asnawati

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X