Jakarta,Rakyatsultra.id- Anggota DPRD DKI jakarta Bebizie Sri Mulyati menyoroti komitmen PAM JAYA untuk meningkatkan infrastruktur, terutama pada proyek pipanisasi.
Dia mengimbau agar upaya peningkatan infrastruktur dilakukan dengan perencanaan matang, serta tidak menimbulkan masalah baru bagi masyarakat.
"Kalau memang pipanisasi berdampak baik, tentu kami dukung, tetapi harus dikaji juga, misalnya alau ada galian, harus dipikirkan bagaimana setelahnya,” kata Bebizie dalam keterangannya, Minggu (23/2).
Politikus PAN itu menilai kebijakan penyesuaian tarif tak jadi masalah selama diiringi dengan peningkatan kualitas layanan dan fasilitas bagi masyarakat.
"Sebenarnya, kenaikan tarif tidak masalah, asal memang diimbangi dengan servis dan fasilitas yang bagus," kata dia.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin mengungkapkan bakal mempercepat upaya layanan 100 persen air bersih di Jakarta.
Guna mewujudkan hal itu, dibutuhkan tujuh ribu kilometer sambungan pipa baru agar seluruh wilayah Jakarta bisa terlayani air perpipaan.
Untuk itu, Arief mengaku bakal mengebut pengerjaan pembuatan sambungan pipa sepanjang tujuh ribu kilometer tersebut.
"Menuju ke 2030, kami akan menyambung tujuh ribu kilometer perpipaan baru dengan pola model bundling investment dengan mitra kita," ujar Arief.
Dia mengakui selama masa konstruksi pemasangan pipa, akan banyak galian yang dilakukan di jalan raya.
Akibatnya, masyarakat bisa saja terganggu karena kemacetan yang ditimbulkan.
"Jadi, kami akan memasifkan sosialisasi untuk membuat masyarakat aware bahwa ini memang pasti akan sakit-sakitan dulu (terdampak kemacetan) menuju 2030," tutur Arief.
Dia pun meminta maaf kepada masyarakat atas gangguan yang ditimbulkan oleh galian pipa.
"Jadi, saya minta maaf lebih dulu karena akan sangat hectic sekali. Ada galian-galian yang mengganggu perjalanan," tambahnya.