Jumat, 28 Agustus 2026

Sinergi Lintas Sektor untuk Indonesia Bebas Stunting: Rapat Koordinasi 8 Aksi Konvergensi di Makassar

Photo Author
Mahdar., Rakyat Sultra
- Sabtu, 23 November 2024 | 18:57 WIB
Direktur SUPD III Ditjen Bina Bangda Kemendagri  Tubagus Chaerul Dwisapta membuka Rakor 8 Aksi Konvergensi di Makassar.
Direktur SUPD III Ditjen Bina Bangda Kemendagri Tubagus Chaerul Dwisapta membuka Rakor 8 Aksi Konvergensi di Makassar.

MAKASSAR, Rakyatsultra.id – Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting di Makassar, Sulawesi Selatan, jumat, 22 November 2024.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan delapan aksi konvergensi yang menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat penurunan angka stunting secara nasional.

Acara tersebut mengundang sejumlah pemangku kepentingan dari kementerian/lembaga terkait, termasuk Asisten Deputi Bidang Ketahanan Gizi dan Promosi Kesehatan Kemenko PMK, Jelsi Natalia Marampa; Direktorat Imunisasi Kemenkes, Vivi Voronika, SKM., M.Kes; Plh Kepala Bappelitbangda Provinsi Sulsel, Andi Bakti Haruni.

Turut hadir Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Shodiqin, SH., MM; Kepala Bappeda Kabupaten Bone, Dr. Ade Fariq Ashar, SSTP., M.Si; pakar kesehatan masyarakat Lindawati Wibowo, serta 178 perwakilan Bappeda kabupaten/kota, perwakilan 38 Bappeda provinsi.

Kegiatan diawali dengan laporan dari Ketua Panitia, Arifin Efendi Hutagalung, S.E., M.M., yang menyampaikan bahwa percepatan penurunan stunting hanya akan berhasil jika dilakukan secara holistik, integratif, dan berkualitas.

“Seluruh komponen pentahelix, baik pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, maupun masyarakat, harus bergerak secara masif dengan skema konvergensi,” ujarnya.

Arifin menekankan pentingnya fokus pada keluarga berisiko dengan intervensi berbasis data yang akurat, agar pencapaian prioritas nasional dan pembangunan daerah dapat terwujud.

Kegiatan ini juga menjadi wujud pelaksanaan tugas Ditjen Bina Bangda dalam melakukan pembinaan umum kepada pemerintah daerah, khususnya dalam harmonisasi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah yang berorientasi pada percepatan penurunan stunting.

Plh Kepala Bappelitbangda Sulsel, Andi Bakti Haruni, menyambut para peserta dengan hangat di Makassar, Kota Anging Mammiri.

Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa prevalensi stunting di Sulawesi Selatan berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) mengalami sedikit peningkatan, dari 27,2% pada 2022 menjadi 27,4% pada 2023.

“Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi kami. Berbagai kebijakan telah kami lakukan, seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT), pendampingan gizi melalui program inovasi Pappadeceng Gizi, gerakan makan telur, hingga pemberian bibit ikan dan tanaman,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga telah melaksanakan berbagai langkah pendukung aksi konvergensi, seperti rapat koordinasi, rembuk stunting, tagging anggaran, serta pendampingan pelaksanaan delapan aksi konvergensi hingga tingkat kabupaten/kota.

“Hingga 18 November 2024, capaian pelaksanaan delapan aksi konvergensi yang terpantau melalui web monitoring Bangda mencapai 76,93%,” tambahnya.

Direktur SUPD III Ditjen Bina Bangda, Dr. TB. Chaerul Dwi Sapta, SH., M.AP., dalam sambutannnya menekankan pentingnya sinergi di semua tingkatan pemerintahan, dari pusat hingga desa.

“Penanganan stunting harus dilakukan sinergi di seluruh tingkatan, mulai dari 38 Provinsi , 514 kab/kota , 7277 Kec, 8.498 kel, bahkan sampai ke 75.265 desa yang ada di Indonesia, bagaimana langkah penanganannya? Tentunya setiap wilayah juga punya pendekatan spesifik berdasarkan karakteristik masing-masing daerah,” Ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mahdar.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB
X