Jumat, 28 Agustus 2026

Mahasiswi Meninggal Diduga Korban Perundungan, Undip Bikin Aturan Batas Jam Kerja

Photo Author
Sitti Asnawati, Rakyat Sultra
- Sabtu, 24 Agustus 2024 | 19:30 WIB
Dekan Fakultas Kedokteran Undip, Yan Wisnu Prajoko (tengah). DOK Istimewa
Dekan Fakultas Kedokteran Undip, Yan Wisnu Prajoko (tengah). DOK Istimewa

Jakarta,rakyatsultra.id-  Kasus tragis meninggalnya mahasiswi program pendidikan dokter spesialis (PPDS) Universitas Diponegoro (Undip) membawa gelombang perubahan besar di dunia pendidikan kedokteran. 

Dekan Fakultas Kedokteran Undip, Yan Wisnu Prajoko, mengakui program studi anestesi adalah salah satu yang paling berat, dengan tanggung jawab yang meluas di banyak unit kerja, mulai dari ruang operasi, IGD, ICU, hingga bangsal anak dan psikiatri.
 
"Anestesi adalah salah satu yang terberat, terutama jam kerja. Saat pendidikan maupun lulus kira-kira pekerjaannya berat," kata Wisnu dalam konferensi pers di Kampus Undip, Jumat 23 Agustus 2024.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sitti Asnawati

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X