rakyatsultra.id - Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyebut, KPK era kepemimpinan Firli Bahuri merupakan yang terparah sepanjang sejarah. Hal ini bukan tanpa dasar, Novel mempertanyakan integritas para Pimpinan KPK saat ini.
"Saya yakin ini yg paling parah. Saya melihat begini, dampak ini bukan merusak KPK-nya saja tapi merusak agenda pemberantasan korupsi yang dilakukan pemerintah," kata Novel saat berbincang dengan Deddy Corbuzier dalam kanal Youtube, Selasa (31/10).
Novel membeberkan, banyak kasus-kasus besar yang tidak diusut tuntas oleh KPK era Firli Bahuri. Padahal pengusutan kasus korupsi bisa menimbulkan efek jera bagi pelaku dan bisa memulihkan keuangan negara.
Novel mencontohkan, kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) covid-19 yang disinyalir merugikan keuangan negara triliunan rupiah. Menurutnya, KPK hanya menangani perkara suap, tidak mengarah ke kerugian negara dalam kasus bansos.
"Padahal bukan hanya suapnya, kerugian negara siapa yang pulihkan," pungkas Novel. JP/RS