Jumat, 28 Agustus 2026

IHSG Diprediksi Mendatar di Tengah Masa Pendaftaran Capres-Cawapres

Photo Author
Agus Syahlan Tohamba, Rakyat Sultra
- Senin, 23 Oktober 2023 | 10:46 WIB
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Gedung Bursa Efek Indonesia.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Gedung Bursa Efek Indonesia.

rakyatsultra.id - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSGBursa Efek Indonesia BEI) pada Senin, diprediksi bergerak mendatar (sideways) di tengah masa pendaftaran calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada 19 hingga 25 Oktober 2023.

IHSG  dibuka melemah 12,38 poin atau 0,18 persen ke posisi 6.836,79. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 2,79 poin atau 0,31 persen ke posisi 909,09.

“Sentimen dalam negeri datang dari masa pendaftaran capres dan cawapres pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, yaitu 19 hingga 25 Oktober 2023. Kebijakan ini disinyalir dapat mempengaruhi pergerakan pasar. IHSG  bergerak sideways pada awal pekan ini,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari dalam negeri, tiga pasangan capres dan cawapres dipastikan akan maju dalam Pilpres 2024, yang mana dua pasangan di antaranya telah resmi mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU), sedangkan satu pasangan direncanakan lagi akan mendaftarkan diri pada pekan ini, Rabu, 25 Oktober 2023 .

 

Pekan lalu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan kenaikan suku bunga dilakukan untuk memperkuat stabilitas kebijakan nilai tukar rupiah dari dampak tinggi global.

Kenaikan suku bunga juga sebagai langkah preemptive untuk memitigasi dampaknya terhadap inflasi barang impor atau inflasi impor sehingga inflasi tetap terkendali dalam target 3 plus minus 1 persen pada tahun 2023 dan 2,5 plus minus 1 persen pada tahun 2024.

Sehingga, kenaikan suku bunga BI memberikan angin segar bagi pasar keuangan domestik untuk mencegah derasnya capital outflow, termasuk mencegah pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini.

Sejumlah sektor yang berpotensi diuntungkan dari kenaikan suku bunga BI, antara lain sektor perbankan, pembiayaan dan asuransi.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street, berakhir penutupan pada perdagangan Jumat (20/10) dengan saham-saham teknologi dan perbankan menjadi salah satu sektor yang sangat turun, merespons kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut dan meluasnya konflik Israel vs Hamas.

 

Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun turun pada Jumat (20/10), setelah komentar Ketua The Fed Jerome Powell, yang mengatakan para gubernur bank sentral AS mengambil kebijakan dengan hati-hati setelah kenaikan suku bunga yang agresif tahun lalu. Namun, kekuatan perekonomian dan pasar tenaga kerja yang terus ketat dapat menjamin kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei melemah 108,00 poin atau 0,35 persen menjadi 31.151,40, indeks Shanghai melemah 26,03 poin atau 0,87 persen menjadi 2.957,03, dan indeks Straits Times melemah 3, 50 poin atau 0,11 persen menjadi 3.073,19.

Sementara itu, indeks Hang Seng (Hong Kong) libur memperingati hari libur nasional negara tersebut. JP/RS

 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Agus Syahlan Tohamba

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X