MUNA, rakyatsultra.id – Sejumlah bangunan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Watopute Kabupaten Muna, kondisinya dinilai membahayakan peserta didik maupun tenaga pendidik.
Sekolah yang berdiri sejak puluhan tahun itu, hingga kini belum tersentuh perbaikan bangunan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Muna.
Akibatnya, Jumat (16/12/2022) kemarin, rangka plafon salah satu ruang kelas belajar ambruk. Beruntung, tidak sampai melukai pelajar yang kebetulan berada di ruang tersebut.
Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 5 Watopute, La Haluse menerangkan kondisi sekolah memang membahayakan, disebabkan struktur bangunan yang telah termakan usia, sehingga rawan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kami berharap kondisi sekolah ini menjadi perhatian serius Dikbud Muna. Tidak pernah tersentuh perbaikan atau rehab. Tiang-tiang bangunan sudah pada keropos, dengan memakai anggaran yang terbatas, kami hanya menambal bagian-bagian tiang yang pecah, termasuk bagian bangunan lain, bisa dicek sendiri kondisinya bagaimana,” jelasnya, Sabtu (17/12).
Sementara pihak Dikbud Muna diwakili Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana (Sarpras), La Afi turun langsung melihat ruang kelas yang menjadi lokasi ambruknya beberapa bagian rangka beserta plafon.
“Saya sudah perintahkan pihak sekolah untuk menurunkan seluruh plafon di kelas itu demi mencegah peristiwa serupa terjadi. Alhamdulillah anak-anak kita tidak sampai tertimpa,” kata La Afi, di pelataran SDN 5 Watopute.
Menurutnya usulan rehab sekolah itu telah dilakukan sejak tahun 2019 lalu, hanya saja selalu tidak mendapat bagian.
“Kami usulkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sejak 2019 selalu tidak terakomodir. Mau bilang kesal, ya sudah pasti, karena kami tau mana sekolah yang harus jadi perhatian serius, dengan kondisi bangunan yang seperti ini,” katanya.