H. Ir. La Djono.
LAWORO - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Muna Barat (Mubar) memproyeksikan tiga unit bantuan perahu jenis fiber pada tahun 2022 mendatang.
Bantuan satu paket lengkap dengan mesin tempel atau diesel tersebut, untuk menunjang hasil tangkap nelayan saat melaut.
Tentunya, demi meningkatkan sumber pendapatan ekonomi keluarga masyarakat nelayan.
Kendati begitu, proyeksi bantuan hasil usulan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), masih dalam tahapan evaluasi dipembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Kalau soal program kita perikanan tahun depan itu, hanya usulan perahu fiber dari masyarakat. Tiga unit saja. Tapi, itu masih dievaluasi lagi. Mudah-mudahan, bisa terealisasi, karena itu kebutuhan prioritas masyarakat," kata Kepala DKP Mubar, La Djono, diruang kerjanya, Selasa (7/12/2021).
Minimnya bantuan yang ada, lanjut La Djono, lantaran masyarakat nelayan yang ada di pesisir, tak banyak mengusulkan perahu jenis fiber. Ditambah lagi dengan keterbatasan anggaran. "Hanya Maginti dan Lakawoghe yang mengusulkan. Jadi, di Maginti itu dua unit untuk dua kelompok, dan Lakawoghe satu unit untuk satu kelompok kerja saja. Tapi, kita tetap setiap tahunnya itu, memplotingkan anggaran untuk bantuan perahu," terangnya.
Terkait dengan kapan realisasinya, La Djono belum bisa memastikan. Sebab, program itu lagi-lagi masih dalam tahap evaluasi.
"Mudah-mudahan ini bisa terkafer. Karena kan, program yang kita rencanakan itu, kebutuhan yang prioritas. Apalagi, ini sifatnya ramah lingkungan. Tentunya, untuk meningkatkan pendapatan ekonomi nelayan," tandasnya. (m1/b/aji)