Laode Anwar Agigi
RAHA- Investasi pemerintah Kabupaten Muna senikai Rp 14,1 Miliar untuk mendirikan pabrik jagung di Desa Bea, Kecamatan Kabawo, tak hanya membantu meningkatkan perekonomian masyarakat petani jagung, namun program hilirisasi jagung ini bakal menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup potensial untuk mendongkrak pendapatan daerah.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Muna, La Ode Anwar Agigi menegaskan, setiap kilogram jagung yang diproses di pabrik akan dikenakan retribusi.
"Kita rencanakan, setiap kilogram jagung akan dikenakan retribusi Rp100," sebutnya.
Setelah pabrik jagung selesai dibangun, pengelolaannya akan dikontrakkan kepada pihak ketiga, PT Datu Nusa Agribisnis (DNA), investor jagung yang telah meneken MoU dengan Pemkab Muna.
Perusahaan ini kata Anwar, akan melakukan pembinaan kepada petani mengenai cara budidaya jagung yang baik dan benar, membeli dan menjamin kestabilan harga jagung dan mengolah jagung menjadi produk lain.
Pabrik jagung yang akan dibangun memiliki kapasitas produksi 70 ton per shift. "Satu hari bisa dua shift. Jika satu kilogram dikenakan retribusi Rp 100 per kilogram maka 70 ton bisa menghasilkan PAD senilai tujuh juta rupiah,"sebutnya. (sra/aji)