Ir Nestor Jono
LAWORO - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Muna Barat (Mubar) memfokuskan tiga kecamatan menjadi sentral penanaman porang. Itu bakalan terlihat di kecamatan Kusambi, Napanokusambi dan Sawerigadi. Proyeksi dititik tersebut, sebagai stimulan agar masyarakat petani bisa menanam porang. Sehingga, Pemerintah Provinsi, bisa melirik agar mengalokasikan anggaran pengembangan tanaman bernilai dolar tersebut.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Nestor Jono Muna Barat, ir Nestor Jono mengatakan, rencana awal penanaman porang itu, mencapai 20 hektare bantuan benih. Medio November, benih itu, baru akan tiba dari Bone, Sulawesi Selatan.
"Benih porang,nanti bulan 11 baru ada. Belum bisa kita datangkan sekarang, karena kemarau. Awal musim hujan baru datangkan, agar tidak merepotkan petani," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Nestor Jono, saat ditemui, Selasa (31/8/2021).
Sebenarnya, lanjut Jono demikian disapa, pihaknya punya keinginan menambah jumlah benih. Akan tetapi, anggaran daerah terbatas, ditambah dengan harga benih yang cukup mahal. Sehingga, pihaknya, tidak bisa berbuat banyak.
"Daerah tidak mampu memberikan sekaligus. Karena, benih mahal. Jadi, skemanya, kelompok-kelompok yang ada di tiga kecamatan itu, diberikan satu hektar bantuan benih. Kalau sudah panen, maka nanti diberikan pada kelompok lain. Karena ini, dalam bentuk simultan demplot," terangnya seraya menyampaikan, pemberian itu, bukan dalam bentuk hibah.
Itu bukan hibah, ketentuan, setelah panen, hasil panen kita ambil, kita salurkan pada kelompok tetangga.
Dengan adanya bantuan benih secukupnya, Nestor Jono mengaku, bisa memberikan reaksi terhadap Pemprov, agar tanaman Porang bisa jadi prioritas. Apalagi, target pemerintah setempat, memberdayakan petani milineal. "Kita cari kelompok milineal. Dengan adanya ini, bisa betal tinggal di desa menggarap tanahnya, yang selama ini jadi lahan tidur," pungkasnya. (m1/b/aji)