La Ode Mahajaya, SE.,M.Kes.
LAWORO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat (Mubar) bakalan melaksanakan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di daerah sendiri. Seleksi mandiri yang digelar di SMAN 1 Tikep itu, setelah didukung jaringan dengan menggunakan kabel fiber optik dengan kecepatan 200 mpbs.
Kepala BKPP Mubar, La Ode Mahajaya menerangkan, saat uji coba dilakukan, kekuatan 200 mpbs turun sampai 100 lebih. Itu artinya, jaringan yang digunakan stabil. Makanya, Mubar final melakukan seleksi CPNS secara mandiri.
"Kita sudah final lakukan tes di daerah sendiri. Insyaallah. Sebenarnya, kemarin, saya minta 100 mpbs, tapi turun sampai 60. Makanya, saya minta di atas itu. Tidak bisa kita pakai jaringan Kominfo. Makanya kita pake kabel fiber optik," kata La Ode Mahajaya, menerangkan diruang kerjanya , Selasa (24/8/2021).
Lanjut Mahajaya, kendati begitu, minus enam hari sebelum tes, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mau turun terlebih dulu. Kedatangan mereka, memastikan apakah jaringan betul-betul mendukung atau tidak.
"Kalau betul, lanjut. Kalau tidak, maka diberi pilihan lokasi tes di Kendari. Tapi, sudah pasti. Kapan mulai tes, langsung kontrak jaringan dengan pihak ketiga yakni vendor," terang pria yang menamatkan diri magister kesehatan ini.
Nah, dengan adanya seleksi mandiri, secara otomatis para peserta sebelum ikut seleksi, harus melakukan rapid Antigent di Muna Barat.
"Kita lakulan swab di Muna Barat. Sehari sebelum tes dilakukan. Dan itu wajib. Karena, daerah yang bikin kegiatan, kita lindungi kita punya masyarakat. Karena, banyak antigent palsu. Kemudian, kalau positif, maka kita sediakan ruang tersendiri. Mereka tetap ikut tes," jelas Mahajaya.
Mahajaya mengaku, rapid Antigen di Mubar, lebih pada upaya melindungi yang tidak positif. Sebab, jika tidak dilakukan jangan sampai tidak dipercaya lagi melaksanakan tes sendiri. "Karena yang ditakutkan jangan sampai muncul klaster baru," tandasnya. (m1/b/aji)