Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Mubar, Ir Nestor Jono (tengah) saat berkunjung ke Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: IST.
KENDARI - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tenggara (Sultra) membuka ruang seluas-luasnya kepada daerah di Sultra untuk sama-sama menggali potensi pertanian.
Hal ini dibuktikan dengan adanya sebaran demplot teknologi inovasi berbagai komoditas di beberapa daerah di Sultra. Setiap demplot memiliki peneliti dan penyuluh yang secara rutin mengawasi perkembangan penerapan teknologinya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Muna Barat (Mubar), Ir Nestor Jono menjajaki kerja sama dengan Balitbangtan BPTP Sultra. Kedatangan rombongan didasari oleh arahan Komisi II DPRD Kabupaten Muna Barat yang sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan beberapa peneliti dan penyuluh terkait dengan pengembangan pembangunan pertanian di Kabupaten Muna Barat.
Sebelum dilakukan pertemuan terlebih dahulu rombongan didampingi oleh Sub Koordinator Seksi Pelayanan dan Kerjasama, Muhammad Adlan Larisu melakukan kunjungan di beberapa displai teknologi yang ada di perkarangan kantor diantaranya tanaman padi organik, cabai, tanaman obat, kacang kedelai, peternakan kambing dan peternakan ayam kampung unggul Balitbangtan (KUB) serta ayam Sensi. Salah satu displai yang menarik perhatian rombongan yaitu teknologi ayam KUB dan Sensi.
Usai kunjungan di beberapa displai teknologi pertanian Kepala Balitbangtan BPTP Sultra, Muhammad Sidiq, STP., MM. bersama pejabat struktural dan fungsional menerima rombongan di Aula BPTP Sultra.
Dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Mubar beserta rombongan yang telah berkunjung dalam rangka menjalin kerja sama pengembangan teknologi pertanian.
“Salah satu tugas Balitbangtan BPTP Sultra sebagai UPT Badan Litbang Pertanian yaitu melaksanakan Pengkajian, Perakitan dan Pengembangan Teknologi Tepat Guna Spesifik Lokasi serta melakukan pendampingan dalam penyebarluasan dan pendayagunaan hasil pengembangan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi," ungkapnya dikutip dari laman resmi BPTP Sultra.
‘’Terdapat beberapa inovasi teknologi yang telah dikembangkan oleh Balitbangtan BPTP Sultra yang saat ini telah diseminasikan di beberapa kabupaten/kota seperti varietas unggul baru (VUB), peternakan ayam KUB, peternakan kambing Boerka, sistem pertanian terpadu dan beberapa teknologi lainnya’," tambah Muhammad Sidiq.
Ir. Nestor Jono selaku Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Mubar, sangat berterima kasih atas penerimaan yang baik.
"Kunjungan kami bersama rombongan dalam rangka menindaklanjuti kunjungan yang dilakukan oleh Anggota DPRD Komisi II Kabupaten Muna Barat dalam pengembangan pertanian," ucapnya.
“Sebagai kabupaten yang baru mekar, Mubar memiliki potensi pertanian yang luar biasa untuk dikembangkan atau disentuh teknologi, mulai dari padi, hortikultura dan ternak sehingga tugas dinas pertanian mengubah citra petani untuk bertindak lebih baik tanpa menggantungkan harapan ke bantuan pemerintah," terang Nestor Jono.
Lebih lanjut, Nestor Jono mengungkapkan bahwa Muna Barat punya varietas lokal beras merah dan kacang tanah serta alpukat yang juga menjadi komoditas unggul yang akan dikembangkan oleh karena daya tahan serta harga yang baik.
‘’Selain itu, masyarakat Mubar juga gemar memelihara ayam kampung dan sapi. Setelah melihat KUB teknologinya barangkali bisa diadopsi oleh masyarakat Mubar. Harapannya dengan pertemuan ini ada kerjasama antara BPTP dan Pemda Mubar dalam pendampingan dan pengembangan teknologi pertanian sehingga dapat mendukung pembangunan pertanian yang lebih baik," pungkasnya. (r6/b/aji)