Praktik pelatihan pertolongan di atas permukaan air oleh Basarnas Kendari di Kabupaten Muna.
RAHA- Dari 47 peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan Search And Resque (SAR) atau pencarian dn pertolongan di atas permukaan air selama enam hari, mulai tanggal 21-26 Juni di Sarana Olah Raga (SOR) La Ode Pandu, 43 peserta dinyatakan lulus pelatihan tersebut.
Sementara empat orang peserta lainnya dinyatakan tidak lulus karena tak memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan sebagai standar dalam menentukan sebuah kelulusan.
Peserta pelatihan datang dari berbagai instanai pemerintah dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Muna dengan observer dan instruktur tenaga pengajar berasal dari kantor pusat dan kantor Basarnas Kendari.
Dalam proses pelatihan tersebut peserta dibekali dengan pengetahuan dan Keterampilan tentang pertolongan di atas permukaan air bagi potensi SAR di wilayah Kabupaten Muna dan sekitarnya.
"Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat yang berpotensi melakukan pencarian dan pertolongan dalam melaksanakan evakuasi, berbagi pengalaman sekaligus menjalin sinergi dan soliditas antara kantor pencarian dan pertolongan di wilayah kabupaten Muna," terang Kepala Basarnas Kendari, Aris Sofingi.
Aris berharap, akan semakin banyak potensi SAR yang dapat terlibat memberikan pertolongan apabila terjadi kecelakaan terutama di air.
"Sehingga kita dapat memberikan respon time yang lebih profesional, bersinergi dan menjadi tenaga yang militan dalam memberikan pertolongan. Semua itu adalah untuk meningkatkan potensi penyelamatan bagi masyarakat yang mengalami kecelakaan," harap Aris.
Ia juga berpesan kepada para peserta agar terus menjaga dan meningkatkan kualitas diri yang sudah terbina dengan baik serta memiliki visi dan misi yang sama, sehingga hasil dari pelatihan ini dapat digunakan secara optimal untuk menunjang tugas-tugas operasi SAR dengan cepat, handal dan aman. (sra/aji)