Ahmad Iswandi SE
RAHA- Progres pencapaian program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Muna berjalan cepat. Tahun ini Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulawesi Tenggara menambahkan kuota PTSL untuk Kabupaten Muna sebanyak 828 bidang.
Ahmad Iswandi SE, Kepala Bagian TU Kanwil BPN Sultra mengatakan, tambahan kuota tersebut diberikan karena melihat progres pengukuran Sertifikat Hak Tanah (SHT) PTSL di Kabupaten Muna berjalan cepat, bahkan berada pada posisi pertama BPN se Indonesia yang bisa diamati dalam aplikasi online BPN.
Ahmad Iswandi menjelaskan, Kanwil BPN Sultra terus memantau progres PTSL maupun redistribusi lahan di seluruh kabupaten.
"Ketika ada daerah yang kami prediksi tak bisa mencapai target hingga akhir tahun, maka kuotanya kita alihkan ke daerah yang progresnya cepat," katanya.
Ada beberapa kendala di daerah yang menyebabkan progres berjalan lamban. Selain faktor keterbatasan sumberdaya manusia, lambannya progres disebabkan karena petugas menemui kesulitan-kesulitan di lapangan, seperti persoalan lahan yang tak bisa diselesaikan dalam waktu yang cukup singkat, hingga tindakan pengusiran terhadap petugas pengukur tanah.
Namun persoalan tersebut tak terjadi di Kabupaten Muna. Kepala BPN Muna, Rajamuddin menyebutkan, hanya ada satu kendala petugas dilapangan, yakni faktor manja masyarakat. "Faktor manjanya masyarakat ini yang jadi kendala, sehingga petugas di lapangan harus benar-benar tahan banting," pungkasnya.
Tahun 2021, Muna mendapat kuota PTSL sebanyak 2.324 bidang. Sepanjang tahun 2017-2021, BPN Muna telah menyelesaikan SHT sebanyak 20.514 bidang. (sra/aji)