Ibrahim Rasimu
LAWORO - Intensitas curah hujan di Kabupaten Muna Barat (Mubar), akhir-akhir ini meninggi. Durasinya kadang hingga mencapai tiga jam lamanya. Fenomena itu, terkadang juga berpotensi pada bencana alam.
Meski Daerah Otonomi Baru (DOB) itu, tidak masuk kategori rawan bencana, tak menutup kemungkinan, bayang-bayang akan bencana selalu didepan mata. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun tetap mengimbau warga untuk tetap waspada.
Kepala BPBD Mubar, Ibrahim Rasimu mengatakan, disaat musim penghujan, terkadang air meluap hingga ke badan jalan. Titik lokasi rawan itu terdapat di kali Sogi Guali dan Mekar Jaya. Tapi, semua sudah diantisipasi dengan adanya normalisasi kali.
"Sudah dinormalisasi. Drainase juga tetap ditambah. Sepanjang jalan nasional itu juga sudah dikerja. Ini yang terus dilakukan untuk mencegah bencana banjir atau genangan air yang berlebihan dibadan jalan," kata Kepala BPBD, Ibrahim Rasimu, saat dikonfirmasi akhir pekan lalu.
Ia mengaku, perkara air meluap menutup badan jalan, itu merupakan siklus tahunan. Berdasarkan hasil diskusi BMKG, setiap lima tahun, akan kembali banjir lagi.
"Insyaallah, banjir merupakan siklus tahunan. Setiap tahun rutin kena. Jadi, kita mengantisipasi lagi ke depan, apakah drainase yang terus ditambah dan normalisasi kali terus dilakukan. Karena curah hujan tak bisa diprediksi," terangnya.
Ibrahim juga mengaku, bukan saja banjir yang diingatkan terhadap warga. Bencana alam yang lain, seperti puting beliung, kebakaran, gelombang tinggi, juga selalu kita sampaikan. Sebab, secepat dini mengantisipasi dalam memasuki peralihan musim pancaroba ini.
"Puting beliung biasa menyerang pesisir. Daerah kepuluan pesisir, Seperti Tanjung Pinang, Latawe, Tondasi. Tidak menutup kemungkinan juga akan terjadi di darat. Mudah-mudahan tidak terjadi. Tapi tetap waspada," pungkas Ibrahim Rasimu. (m1/b/aji)