Ahmad Shabir Sam M.
LAWORO - Mega proyek pekerjaan fisik yang melekat di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Dana Alokasi Umum (DAU) di Muna Barat hingga kini belum bisa dijalankan.
Pasalnya, lelang proyek sampai kini belum juga dilakukan. Hal itu baru bisa diakomodasi atas pengajuan dari satuan kerja masing-masing.
Pengajuan itu pun, tak serta merta langsung dilelang. Melainkan, diteliti dulu kelayakannya, yang pengakuannya lewat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
"Belum ada lelang, kecuali dari dinas. PPK dinas mengajukan di aplikasi. Setelah itu, diperiksa. Kemudian diteruskan kepada Pokja sesuai aturan yang ada. Tapi kan, belum ada," kata Kabar LPSE Pemkab Mubar, Ahmad Shabir Sam M, saat dikonfirmasi, akhir pekan lalu.
Nah, saat diperiksa, lanjutnya, itu dipastikan betul apakah sudah dinyatakan lengkap atau tidak. Kalau belum, maka dikembalikan untuk dilengkapi kekurangannya.
"Kalau lengkap maka dilanjutkan. Kita minta PPK untuk buat rencana kegiatan. Jadi, kita ini belum. Masih ditahan. Rincian pengadaan belum komplit berdasarkan RKA dan DPA. Jadi, bagaimana mau lelang, kalau belum dilengkapi persyaratan umumnya," katanya.
Terkait, proyek apa saja yang akan dilelang, pengganti Kadir ini tak bisa mengetahui. Sebab, nanti saat lelang baru ketahuan. Ia juga menyampaikan, saat ini sudah ada sembilan paket yang sudah ditender. Paket apa saja, ia juga tidak tahu.
"Baru sembilan yang sudah selesai lelang. Saya kurang tahu juga. Itu dilelang, saat masih Kepala LPSE lama," pungkasnya. (m1/b/aji)