Suara penolakan kedatangan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
RAHA-Pemerintah Kabupaten Muna tengah bersiap menyambut kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc di Kabupaten Muna tanggal 8 Maret 2021 mendatang. Namun jelang hari H kedatangan sang Mentri, mengemuka pernyataan penolakan di media sosial melalui akun facebook, La Ode Hasanuddin Kansi.
Pernyataan akun fb tersebut menjadi salah satu topik utama perbincangan di group-group media sosial.
Menanggapi hal itu, Bupati Muna, LM Rusman Emba menyikapinya sebagai hal yang biasa dalam era demokrasi saat ini. Namun ia menegaskan dan meyakinkan masyarakat bahwa investasi PT Seleraya Agri yang rencananya akan dicanangkan oleh Menteri LHK itu menguntungkan masyarakat dan daerah.
Mantan senator DPD RI ini mengatakan, dalam pesoalan investasi yang masuk ke Muna, Pemkab terbuka kepada semua pihak. Ia menegaskan, 'keran' investasi harus dibuka seluas-luasnya demi kemajuan daerah dan membuka keterisolasian daerah.
"Kita terbuka, komunikasi dan koordinasi terus kita lakukan. Kalau ada kalimat penolakan, kita lihat akar masalahnya apa ?, apakah dia menolak karena persoalan tidak suka atau ada kepentingan pribadi-pribadi, saya kira biasa di alam demokrasi seperti ini. Jika dia menganggap investasi ini merugikan mari kita debat, ruang komunikasi tetap terbuka," imbuhnya.
Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Sultra ini menegaskan, siatuasi aman dan kondusif harus diciptakan di Kabupaten Muna untuk mendukung iklim investasi yang sehat dan aman, sebab dukungan kamtibmas yang kondusif akan membuka segmen investasi yang lain. (sra/aji)