Laode Hanafi
LAWORO - Jika sebelumnya KMP Bontoharu melayani rute penyebrangan Bira-Sikeli-Kasipute-Tondasi, maka tahun ini, dipastikan lintasan tersebut berubah. Pasalnya, berdasarkan aturan baru dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), mengatur kembali rute penyebrangan perintis di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dengan aturan itu, maka jalur Tondasi Muna Barat (Mubar) cukup melayani sampai Kasipute Bombana. Itu artinya, KM Bontoharu sudah tidak berlayar lagi sampai di Tondasi. Melainkan, rute Tondasi sampai Kasipute, dilayani dengan armada laut yang baru.
Kadishub Mubar, La Ode Hanafi menerangkan, peralihan itu berdasarkan keputusan Kemenhub melalui Dirjen Darat yang telah menetapkan rute penyebrangan perintis sesuai dengan surat keputusan Dirjen Perhubungan Darat nomor KP.4978/AJ.204/DRJD/2020. Ada 12 jalur penyeberangan yang ditetapkan. Salah satunya, Tondasi menuju Kasipute.
"Terkait hal itu, maka KM Bontoharu yang tahun lalu 2020 melayani trans Sulawesi Bira-Sikeli-Kasipute kemudian Kasipute-Tondasi, maka tahun 2021 ini, Dirjen Perhubungan Darat hanya memberikan rute sampai pada Kasipute. Artinya, KM Bontoharu cukup melayani Bira-Sikeli sampai Kasipute," terang Kadishub Mubar, La Ode Hanafi, saat dimintai diruang kerjanya, Selasa (09/02/2021).
Nah, terkait dengan jalur penyebrangan yang terputus, untuk melayani rute Tondasi-Kasipute, lanjut mantan Biro Kepegawaian bidang pengembangan dan pengadaan pegawai Pemprov Sultra, berdasarkan hasil rapat 6 Januari lalu, Balai Transportasi Wilayah Sultra langsung melakukan komunikasi person bersama Direktorat ASDP Kemenhub.
"Jawabannya, saat ini, lintasan Kasipute-Tondasi, Kemenhub bakalan menyediakan kapal baru. Sekarang, sedang dalam proses lelang. Ketentuan operator, namanya kapal subsidi yang disediakan, maka dilelang ASDP atau swasta. Kalau muncul pertanyaan dari masyarakat, kenapa tiba-tiba terputus rute Bira-Sikeli-Kasipute-Tondasi, maka alasannya itu tadi, ada perubahan keputusan Kemenhub," jelas La Ode Hanafi.
Lantas, bagaimana untuk mengisi kekosongan penyebrangan, semetara pengadaan kapal masih dalam proses lelang. Berdasarkan keterangan pria yang juga pernah menjabat sebagai Kadishub Muna ini, pelaksana tugas Bupati Achmad Lamani, telah menindaklanjuti surat kepala Dirjen Perhubungan Darat 19 Januari.
Dalam bunyi suratnya, Pemkab meminta untuk mempertimbangkan tanpa mengintervensi kewenangan Kemenhub, sembari menunggu penetapan pemenang lelang kapal baru Kasipute-Tondasi.
"Pemkab Mubar, meminta kebijakan untuk angkutan penyebrangan KMP Bontoharu, dilanjutkan dulu sampai menunggu hasil. Mudah-mudahan ada jawaban atau restu dari Kemenhub. Bahwa Jalur Penyebrangan Bira-Sikeli-Kasipute dan Tondasi, masih bisa beroperasi," tandas pria yang identik menggunakan kacamata ini. (m1/b/aji)