Kepala Dinas Kesehatan Kab. Muna, La Ode Rimbasua (kanan) saat rapat dengar pendapat di DPRD Muna. Foto: Isra/Rakyat Sultra.
RAHA-Dinas Kesehatan (Dinkes) termasuk salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki jumlah tenaga honorer/pengabdi paling banyak. Saking gemuknya, tahun 2020 jumlah honorer lingkup Dinkes Muna mencapai 1.600 orang yang tersebar di dinas hingga 30 puskesmas di wilayah Muna.
Kepala Dinkes Muna, La Ode Rimbasua menegaskan bahwa tahun 2021 ini pihaknya telah melakukan proses evaluasi terhadap para honorer yang aktif dan tidak aktif. Hasilnya, 400 honorer terpaksa harus dipangkas karena dari hasil pengawasan dan evaluasi mereka tidak aktif lagi menjalankan tugas.
Rimbasua menyebutkan, sesuai data yang masuk dari setiap puskesmas, kini total honorer Dinkes Muna tinggal 1.200 orang. "Data ini dari tiap-tiap puskesmas," sebutnya.
Ia mengatakan, setiap akhir tahun Dinkes melakukan pengawasan dan evaluasi, sebab Dinkes telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk gaji tenaga honorer.
"Kita harus lakukan evaluasi karena ada honorer yang mengabdi di Muna tapi mengabdi juga di kabupaten lain," ucap Rimbasua. (sra/aji)