muna-raya

Tolak Keputusan DPP, Sejumlah Pengurus DPD dan PAC PAN Muna Tak Dukung RAPI

Sabtu, 5 September 2020 | 17:38 WIB
  Sejumlah pengurus DPD PAN Muna yang menolak keputusan DPP PAN Soal Rekomendasi Untuk Pasangan LM Rajiun Tumada dan H La Pili.     RAHA-Keputusan DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Muna Nomor: PAN/A/Kpts/KU-SJ/276/VIII/2020 tentang persetujuan kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Muna, LM Rajiun Tumada dan H La Pili, mendapat reaksi penolakan dari sejumlah pengurus DPD dan PAC PAN Kabupaten Muna. Ada 10 orang jajaran pengurus DPD PAN yang menolak dan tiga PAC masing-masing PAC PAN Kecamatan Katobu, Batalaiworu dan Duruka.   Sabtu (5/9/2020) Wakil Ketua DPD PAN Muna, Muhammad Rayu Welendo didampingi sejumlah pengurus lainnya menggelar konfrensi pers terkait sikap penolakan mereka. Pernyataan sikap yang dibacakan oleh Bendahara DPD PAN Muna, Nurdin Hengga menegaskan bahwa alasan penolakan disebabkan karena LM Rajiun Tumada dan para pengikutnya merupakan oknum yang secara sadar dan sengaja melakukan pelecehan terhadap PAN dengan cara membakar, merobek dan menginjak-injak atribut PAN pada momentum pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra tahun 2017 lalu.   Alasan penolakan selanjutnya bahwa pasangan bakal calon (balon) berakronim RAPI tersebut tak pernah mengikuti mekanisme penjaringan balon Bupati dan Wakil Bupati Muna yang dilakukan oleh PAN. "Yang ikut dalam proses penjaringan hanya ada dua balon, dr H LM Baharuddin dan LM Rusman Emba," sebutnya   Dengan munculnya sikap penolakan tersebut maka sejumlah pengurus dan PAC menyatakan, siap menerima konsekuensi dari partai politik. "Kami siap menerima konsekuensi apapun atas sikap penolakan yang kami lakukan," kata politikus senior di DPD PAN Muna ini.   Senada dengan Nurdin Hengga, Wakil Ketua DPD PAN Muna, Muhammad Rayu Welendo menimpali bahwa pihaknya sangat menyayangkan sikap DPP yang telah menginjak-injak mekanisme partai. Ia menilai apa yang telah dilakukan oleh LM Rajiun dan pengikutnya adalah salah satu bentuk penzaliman terhadap PAN dan merusak marwah partai. "Bendera PAN dibakar, baju partai dimasukkan dalam tong sampah bahkan ada yang injak-injak. Penolakan ini kami lakukan untuk menjaga marwah PAN. Kami siap terima konsekuensi dari partai," tegasnya.   Rayu menegaskan bahwa para pengurus dan PAC PAN Muna tidak akan mendukung dan memilih balon yang diusung oleh PAN pada hari H pemilihan tanggal 9 Desember mendatang. "Dengan penolakan ini, sudah bisa ditahu kemana arah kami nantinya tanpa saya beritahu,"pungkasnya. (sra/aji)

Tags

Terkini

Bawaslu Muna Rekomendasi PSU di 4 TPS, Ini Penyebabnya!

Minggu, 18 Februari 2024 | 20:12 WIB

Bawaslu Muna Tegaskan Hari Ini Seluruh APK Ditertibkan

Senin, 12 Februari 2024 | 16:18 WIB

Simulasi Pemilu di TPS Napabalano

Kamis, 1 Februari 2024 | 19:16 WIB

Bachrun Tunggu Restu Mendagri untuk Mutasi Pejabat

Kamis, 1 Februari 2024 | 19:10 WIB

Kuota Bedah Rumah di Sultra 3000 Unit

Kamis, 11 Januari 2024 | 11:10 WIB