Kepala Dinas Perindag, La Ode Darmansyah ketika menyerahkan bantuan kepada pedagang, Selasa (25/8). Foto: Isra/Rakyat Sultra.
RAHA-Bupati Muna, LM Rusman Emba akhirnya menunaikan janjinya untuk membantu korban kebakaran Pasar Sentral Laino sebesar Rp 5 juta per orang. Selasa (25/8) bantuan tersebut dibagikan kepada 400 orang pedagang korban kebakaran Pasar Sentral Laino. Sayangnya, Bupati Muna, LM Rusman Emba tak hadir untuk menyerahkan bantuan tersebut lantaran sedang mengikuti sekolah partai secara virtual yang diselenggarakan oleh PDIP.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Muna, La Ode Darmansyah kepada para pedagang di SOR La Ode Pandu sekitar pukul 14.00 Wita bersama Kepala Dinas Sosial, La Kore dan sejumlah kepala OPD.
Darmansyah menjelaskan, bantuan ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Muna terhadap para pedagang yang menjadi korban kebakaran dalam upaya memulihkan perekonomian pasca kebakaran. Dengan adanya bantuan sebesar Rp 5 juta per orang ini diharapkan dapat meringankan beban para pedagang untuk kembali berjualan dan menghidupi ekonomi keluarganya.
Darmansyah menyadari, selama ini Bupati Muna diterpa isu tak sedap terkait realisasi pemberian bantuan ini. "Selama ini banyak isu bahwa bantuan ini hanya janji, tapi hari ini semua terjawab. Bantuannya kami salurkan melalui rekening masing-masing pedagang. Kemudian ada isu-isu bantuannya dipotong Rp 250 ribu. Itu tidak benar, mana mungkin saya potong sementara dananya ditransfer melalui rekening. Jika ada isu-isu di luar sana yang menyesatkan, langsung datang tanyakan ke kami. Mari kita saling menghargai, menjaga dan tetap kompak,"kata Darmansyah.
Ia menegaskan, pascakebakaran, Pemkab Muna tak tinggal diam, tapi terus berupaya memikirkan dan membantu para pedagang, salah satunya melalui pemberian bantuan ini.
"Jangan berpikir pemerintah diam saja semua ada proses. Kami Pemda berpikir bagaimana para pedagang ini kembali mendapatkan kios, kembali berjualan dan melanjutkan perekonomian keluarganya," pungkasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial, La Kore menjelaskan, bantuan senikai Rp 2 Miliar ini bersumber dari Biaya Tak Terduga (BTT). "Anggarannya ada di keuangan, kami Dinas Sosial hanya memintakan anggarannya dan disalurkan kepada pedagang," kata Kore. (sra/aji)