Ashar Dulu
RAHA - Pemerintah Kabupaten Muna melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Muna kembali melanjutkan proses belajar mengajar di sekolah sejak tanggal 13 Juli lalu. Namun proses belajar mengajar yang diselenggarakan di tengah wabah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) membuat proses belajar mengajar berbeda dari sebelumnya.
Kali ini Dikbud Muna menerapkan tiga model pembelajaran, yakni melalui virtual murni, gabungan virtual dan non virtual dan model pembelajaran non virtual. Diwawancarai jurnalis Rakyat Sultra, Jumat (17/7), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muna, Ashar Dulu menjelaskan, penerapan tiga model pembelajaran tersebut berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring dari proses belajar dari rumah yang diselenggarakan selama empat bulan terakhir ini.
"Setelah kita evaluasi, maka proses pembelajaran secara virtual murni itu sangat sulit untuk dilakukan di Kabupaten Muna. Dari seluruh sekolah yang ada, hanya SD Ibnu Abbas yang bisa menyelenggarakan proses pembelajaran secara virtual," jelas Ashar.
Dari hasil evaluasi tersebut Dikbud Muna mengambil kebijakan untuk menerapkan proses belanjar mengajar menggabungkan metode virtual dan non virtual bagi sekolah-sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Katobu, dan metode pembelajaran non virtual bagi sekolah-sekolah di luar Kecamatan Katobu.
Ia menerangkan, perpaduan metode pembelajaran virtual dan non virtual ini secara teknis guru tetap memandu proses belajar anak di rumah secara online namun pada hari-hari tertentu, anak diwajibkan hadir di sekolah dalam rangka menyetor tugas yang telah dikerjakan di rumah serta mengambil tugas baru dari guru di sekolah.
Sedangkan metode pembelajaran non virtual ini secara teknis, murid/siswa tetap melakukan proses belajar mengajar tatap muka di sekolah secara bergiliran, untuk menghindari bergerombolnya anak di sekolah sehingga dapat mengabaikan physical distancing. "Setiap kelas digilir, misalnya kelas satu masuk hari Senin, besoknya kelas dua dan seterusnya sampai hari Sabtu. Murid diberi tugas dan mendiskusikan tugas-tugas yang sulit dengan gurunya di sekolah," terang Ashar.
Mantan Camat Kabangka ini menjelaskan, proses belajar mengajar seperti ini akan terus diterapkan sambil menunggu perkembangan dan kebijakan selanjutnya terkait dengan wabah pandemi Covid-19. "Kalau Muna sudah masuk zona hijau, kita sudah bisa menerapkan proses belajar mengajar secara tatap muka di kelas, tapi tetap mengacu pada protokol kesehatan," ucapnya. (sra/aji)