Ilustrasi
RAHA - Tujuh warga Muna yang dinyatakan positif Corona Virus Disease (Covid-19) memicu keresahan warga Kota Raha Kabupaten Muna sejak Minggu (19/4). Hal ini memantik keprihatinan banyak pihak, termasuk anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Muna.
Ketua Pengadilan Agama Raha, Drs Mustafa, MH sangat prihatin melihat fenomena beredarnya informasi hoax di Kabupaten Muna. Ia menyarankan agar pemerintah daerah segera membuat argumen balasan atas informasi-informasi hoax dan liar yang berseliweran di jagat media sosial terkait informasi Covid-19 ini.
"Saat ini banyak wartawan dan medis dadakan yang informasinya meresahkan. Informasi hoax seperti ini jangam dibiarkan bias dan liar. Jangan kita telat membalas informasi ini," tekannya.
Ia juga menyayangkan satu di antara tujuh warga yang positif Covid-19 ternyata masih bebas, belum diisolasi pada Minggu (19/4) bersama keenam warga positif lainnya.
"Dipikiran masyarakat yang tujuh itu sudah aman (diisolasi, red), ternyata di forum ini masih ada satu orang yang belum diisolasi. Ini sangat disayangkan. Kalau tidak dilakukan isolasi, saya lebih baik cari tempat tinggal di hutan saja, karena kita punya anak istri di rumah,"kata Mustafa saat berbicara pada forum Forkopimda dan Pemkab Muna, Senin (20/4/2020).
Juga terkait informasi 18 orang positif dari hasil rappid test kemudian kembali ada informasi itu hoax dan disusul dengan informasi dari gugus tugas provinsi bahwa ada tujuh warga Muna yang positif, Mustafa menyarankan agar Pemkab Muna bisa secepatnya membuat argumen balasan tersebut sebelum masyarakat dilanda kebingunan dan keresahan.
Saran senada juga diungkapkan oleh Ketua Pengadilan Negeri Raha, Catur Prasetyo, SH MH. Ia menyarankan agar Pemkab Muna membuat media centre untuk melaksanakan konferensi pers memberikan informasi perkembangan Covid-19 di Kabupaten Muna.
"Pemda harus buat media centre, disitu dilakukan konferensi pers untuk memberi informasi perkembangan Covid-19. Kalau bisa sekali dalam dua hari harus dilakukan konferensi pers, agar masyarakat tahu dan tidak resah mengenai informasi Covid-19. Di situ diumumkan wilayah dan jalan mana saja yang masuk zona merah, agar masyarakat ramai-ramai menghindari tempat itu dan tetap di rumah," sarannya.
Ia juga meminta kepada para pejabat lingkup Pemkab Muna dan jajarannya agar bisa memberi contoh kepada masyarakat menerapkan social dan physical distancing, bahkan pada saat penerapan PSBB untuk tetap tinggal di rumah.
"Banyak kejadian, seperti di Skotlandia, pejabatnya mengundurkan diri karena terlihat ke luar saat lock down," ujarnya mencontohkan. (sra/aji)