muna-raya

Mayat Itu Diduga Meninggal karena Sakit

Sabtu, 3 Februari 2018 | 09:30 WIB

RAHA - Polres Muna mendatangkan dokter forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk melakukan proses outopsi terhadap sesosok mayat tanpa identitas yang ditemukan warga di Hutan Lindung Warangga sekitar pukul 16.00 Wita, Rabu (31/1).

"Tadi subuh dokter forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara tiba di Muna dan sekitar pukul 06.00 Wita langsung melakukan proses outopsi di RSUD Muna," kata Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga melalui Kasat Reskrim, Iptu Fitrayadi, Kamis (1/2) kemarin.

Hingga Kamis siang, pihak kepolisian belum bisa mengungkap identitas sang mayat, sehingga pihaknya langsung melakukan proses outopsi mengingat kondisi mayat yang sudah membusuk dan tak bisa dikenali lagi. Polisi juga belum menerima laporan adanya kehilangan anggota keluarga dari masyarakat.

Dari ciri-ciri fisik, sosok mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki, berumur sekitar 50 tahun ke atas, rambut lurus, mengenakkan baju kaos warna hitam, celana trening warna hitam bis merah. Di dalam sakunya ditemukan dua cincin batu akik yang diikat dengan kantong plastik serta satu jam tangan berwarna emas yang talinya sudah terputus-putus.

Dari hasil otopsi yang dilakukan oleh Kompol dr Mauluddin, pada tubuh mayat tak ditemukan adanya bekas tanda-tanda kekerasan. "Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh mayat, jadi dapat kami simpulkan kematiannya bukan disebabkan adanya tindak pidana, dan diduga meninggal karena penyakit," ungkap Fitrayadi.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan keluarga, agar menginformasikan kepada Polres, polsek atau pemerintah setempat. Saat ini kata mantan Kasat Reakrim Polres Kolaka Utara ini mayat tanpa identitas tersebut masih berada di RSUD Muna, menunggu ada pihak keluarga yang bisa menguburkannya.

"Jika dalam tiga hari ini tak ada juga keluarganya yang datang, maka kami akan segera menguburnya," ucapnya. Namun demikian, pihak RS Bhayangkara Kendari sudah mengantongi DNA dari bagian tubuh korban, sehingga ketika ada keluarga korban yang datang, bisa dilakukan pencocokkan DNA.

"Kalau setelah penguburan lantas ada masyarakat yang mengaku kehilangan anggota keluarga, kita akan lakukan tes DNA untum mencocokkannya dengan mayat korban," ujarnya. (sra/aji)

Tags

Terkini

Bawaslu Muna Rekomendasi PSU di 4 TPS, Ini Penyebabnya!

Minggu, 18 Februari 2024 | 20:12 WIB

Bawaslu Muna Tegaskan Hari Ini Seluruh APK Ditertibkan

Senin, 12 Februari 2024 | 16:18 WIB

Simulasi Pemilu di TPS Napabalano

Kamis, 1 Februari 2024 | 19:16 WIB

Bachrun Tunggu Restu Mendagri untuk Mutasi Pejabat

Kamis, 1 Februari 2024 | 19:10 WIB

Kuota Bedah Rumah di Sultra 3000 Unit

Kamis, 11 Januari 2024 | 11:10 WIB