muna-raya

Sah, "Rumah-Kita" Ditetapkan Bupati dan Wabup Terpilih

Selasa, 2 Agustus 2016 | 14:08 WIB
Ketua kpu muna ketika menyerahkan keputusan rapat pleno kpu kepada lm ru sman emba

RAHA - Kendati diwarnai aksi demonstrasi penolakan yang cukup panas dari massa pendukung dr H LM Baharuddin-Malik Ditu (Dokter Pilihanku), namun rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Muna tahun 2015, tetap berlangsung di Kantor KPU Muna, Senin (1/8).

Rapat yang dipimpin Ketua KPU Muna LM Amin Rambega, dihadiri Bawaslu Sultra,  Pj Bupati Muna Drs Moh Zayat Kaimoeddin, Dandim 1416 Muna, Kapolres Muna, Ketua PN Raha, Kesbangpol Muna, Kepala Kemenag Muna, pasangan calon Rumah Kita, LM Rusman Emba, partai pengusung, dan tim pemenangan paslon, serta para undangan.

Ketua KPU Muna LM Amin Rambega didampingi komisioner KPU, Rakhmad Andang Jaya, Andi Arwin, Muhamad Suleman dan Yuliana Rita, serta Sekretaris KPU Muna La Halisi, akhirnya membacakan keputusannya pada pukul 15.43 WITA.

Dalam keputusan itu, KPU menetapkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Muna tahun 2015  adalah Nomor urut 1 (satu) LM Rusman Emba, ST dan Ir H Abdul Malik Ditu,M.Si dengan perolehan suara sebanyak 47,587 suara atau 47,37 persen dari total suara sah.

Diwawancarai usai membacakan keputusannya, LM Amin Rambega menjelaskan, keputusan dan berita acara pleno penetapan Calon Bupati/Wabup Muna terpilih ini akan diserahkan ke DPRD Muna sehari setelah rapat pleno digelar.

"Besok (hari ini_red) berita acaranya akan kami sampaikan ke DPRD Muna, untuk kemudian diparipurnakan," kata Amin.

Sementara itu, Cabup terpilih LM Rusman Emba usai rapat pleno digelar mengatakan, pascapleno penetapan di KPU, selanjutnya pihaknya akan fokus mengawal tahapan selanjutnya, sampai pada proses pelantikan.

Serta fokus untuk membenahi persoalan-persoalan pemerintahan dan sosial kemasyarakatan yang ada di Muna.

Mantan anggota DPD RI ini menegaskan, pilkada bukan merupakan proses untuk meraih kekuasaan semata, tapi pilkada merupakan  instrumen untuk mensejahterakan.

"Kalau masyarakat sejahtera dan bahagia, kita juga ikut bahagia. Kesejahteraan, itulah yang ingin kita capai dalam setiap proses politik ini,"ucapnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Sultra ini juga mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk paslon yang kalah dalam pertarungan Pilkada Muna, untuk bersatu dan menjaga Kamtibmas di Kabupaten Muna.

"Kalah atau memang adalah hal yang lumrah dalam setiap kompetisi. Mari kita bersatu untuk membangun Muna yang lebih sejahtera dan sejajar dengan daerah-daerah lainnya," ajaknya. (rs)

Tags

Terkini

Bawaslu Muna Rekomendasi PSU di 4 TPS, Ini Penyebabnya!

Minggu, 18 Februari 2024 | 20:12 WIB

Bawaslu Muna Tegaskan Hari Ini Seluruh APK Ditertibkan

Senin, 12 Februari 2024 | 16:18 WIB

Simulasi Pemilu di TPS Napabalano

Kamis, 1 Februari 2024 | 19:16 WIB

Bachrun Tunggu Restu Mendagri untuk Mutasi Pejabat

Kamis, 1 Februari 2024 | 19:10 WIB

Kuota Bedah Rumah di Sultra 3000 Unit

Kamis, 11 Januari 2024 | 11:10 WIB