LAWORO - Untuk mendapatkan hasil produksi pertanian berkualitas yang dapat meningkatkan perekonomian petani di Kabupaten Muna Barat, Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Mubar tahun ini memprogramkan penanaman jagung seluas tiga ribu hektar.
Untuk merealisasikan program itu, Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan masih menunggu kesiapan lahan petani, sambil menunggu periode penanaman pada Oktober hingga Maret. Untuk bibit, disediakan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan menggunakan dana dari APBD. Bibit itu akan dibagikan secara gratis kepada kelompok tani.
"Kita tinggal menunggu kesiapan lahan dan bibit. Jenis bibit, kita akan gunakan jagung hibrida, dengan jangka waktu penanaman tiga bulan sudah bisa panen," katanya
Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan juga sudah menyiapkan pemasaran jagung ini melalui kerja sama dengan PT Sidomuncul. Bukan hanya tanaman jagung, Ali Badin menyebut PT Sidomuncul juga siap bekerjasama dengan para petani dalam pengembangan tanaman singkong gajah dan jahe merah.
"Bukan hanya jagung tetapi PT Sidomuncul juga siap untuk membeli singkong gajah dan jahe merah. Untuk itu Pihak Pemerintah Daerah sudah melakukan studi banding," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan selain bekerjasama dengan PT Sidomuncul dalam hal pemasaran, Pemda juga bekerjasama dengan Bank Sultra (BPD) dalam hal permodalan. "BPD menyiapkan kredit sebesar Rp25 juta perhektar untuk penanaman singkong gajah. Kita juga akan berikan kesempatan kepada Bank BPD dan PT Sidomuncul untuk melakukan sosialisasi," tutupnya. (p13/b/aji)