RAHA - Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Muna jilid dua yang berlangsung di TPS 4 Kelurahan Raha Satu dan Kelurahan Wamponiki, Minggu (19/6) berlangsung sukses, meskipun dalam proses pelaksanaannya sempat diwarnai aksi keributan dan intrik-intrik dari kedua kubu pasangan calon masing-masing, tim pasangan LM Rusman Emba-Malik Ditu (Rumah Kita) dan tim pasangan dr H LM Baharuddin-La Pili (Dokter Pilihanku) di lokasi TPS.
Di TPS 4 Kelurahan Raha Satu yang dipusatkan di Gedung Olahraga Paelangkuta Raha, keributan terjadi sekitar pukul 11.30 WITA. Saat itu tiba-tiba saja tim paslon Dokter Pilihanku hendak merangsek masuk ke dalam TPS 4 Kelurahan Raha Satu dan meminta komisioner KPU Muna, Suleman Loga, keluar dari gedung TPS 4 Raha Satu. Suleman yang saat itu duduk di meja Help Desk bersama anggota Bawaslu, tidak tahu menahu sebab musabab sehingga ia diminta keluar secara paksa.
"Keluar, Suleman Loga tidak boleh ada dalam ruangan, karena Andang (Komisioner KPU Muna_red) juga disuru keluar dari TPS 4 Wamponiki," teriak para pendukung tim paslon Dokter Pilihanku yang tiba-tiba muncul di depan ruangan TPS 4 Raha Satu.
Suleman yang saat itu dalam kondisi sakit, tak melakukan perlawanan. Ia langsung mengikuti keinginan massa tim paslon Dokter Pilihanku. "Tidak apa-apa, lebih baik saya keluar saja, dari pada ribut disini (TPS_red). Saya minta pengawalan untuk keluar," kata pria yang membidangi divisi hukum KPU Muna ini, sembari meminta Kabag Ops Polres Muna dan anggotanya mengawalnya sampai ke mobil yang ia tumpangi.
Namun saat hendak keluar, tiba-tiba Suleman Loga jatuh tersungkur karena merasakan sakit yang luar biasa di bagian pinggangnya, sehingga ia tidak bisa berdiri tegap. Sebelum dibopong ke luar ruangan, Suleman sempat merintih kesakitan dan terus memegang bagian pinggangnya.
Namun setelah melalui negosiasi dengan tim paslon Dokter Pilihanku yang difasilitasi oleh petugas keamanan melalui Wakapolres Muna, kedua belah pihak kemudian saling bertemu dan sepakat. Suleman Loga kemudian keluar ruangan TPS 4 Raha Satu dalam kondisi dibopong, dan tim paslon Dokter Pilihanku kemudian membubarkan diri.
Sepanjang jalannya PSU, lokasi TPS 4 Raha Satu terus dikerumuni oleh tim dan para pendukung kedua paslon yang selalu siap siaga. Tak jarang mereka terlibat saling ejek dari jarak yang cukup jauh sekitar 30 meter.