RAHA, rakyatsultra.id - Pemerintah Kabupaten Muna terutama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus ekerja keras diakhir tahun. Pasalnya, capaian target PAD Kabupaten Muna hingga Oktober masih sangat minim.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Muna, Ari Asis menyebutkan, capaian PAD per Oktober baru mencapai Rp 10 Miliar dari target 137 Miliar. Dalam rapat badan anggaran (banggar) pbahasan KUA/PPAS Muna 2023 di Gedung DPRD Muna, Selasa (22/11), Ari Asis mengakui jika capaian target ini masih sangat memprihatinkan dan masih jauh dari target.
Namun demikian, Sekda Muna, Eddy Uga berupaya meyakinkan anggota Banggar DPRD Muna bahwa pada akhir tahun, capaian PAD Muna akan mendekati target, dimana masih ada sumber pendapatan daerah, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang sedang berlangsung proses penagihannya di lapangan.
Sentara itu Kepa Bidang Anggaran BPKD Muna, Abdul Salam mengungkapkan, capaian PAD Muna pada November mengalami peningkatan signifikan dengan masuknya pendapatan dari BLUD dan dana kapitasi yang kini mencapai angka Rp 52 Miliar
Menyikapi hal itu anggota Banggar, Awal Jaya Bolombo mengaku sangat prihatin. "Melihat capaian PAD sampai pada bulan Oktober ini kita geleng-geleng kepala. Apa yang bisa diharapkan ini, "kritisnya. Politisi Demokrat ini kemudian menekankan kepada TAPD agar tidak belanja kegiatan yang tak tersedia dananya lantaran PAD yang tak tercapai.
"Jangan lagi ada isu, ada kegiatan yang tak ada uangnya, ini demi kepentingan daerah kita. Sesuai Permendagri No. 48 jelas bahwa kegiatan yang dibelanjakan harus tersedia uangnya, "temannya. RS