H Sunardi.
LAWORO - Demi meningkatkan kualitas hidup keluarga, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) kabupaten Muna Barat (Mubar) telah memberdayakan beberapa kelompok perempuan di kampung KB, yang tersebar di sebelas kecamatan.
Langkah yang dilakukan itu, sebagai upaya peningkatan pendapatan keluarga sejahtera.
Dalam praktiknya, satuan kerja memberikan bantuan sarana, sebagai daya dukung pengembangan usaha.
Kepala DPPKBP3A Mubar, Sunardi mengaku, sejauh ini pemberdayaan perempuan di Mubar, telah dilakukan. Ada dua desa yang telah diberikan bantuan sarana pengembangan usaha. Itu terlihat di Desa Waulai Kecamatan Barangka, dan Desa Mekar Jaya yang berada di Satuan Pemukiman alias SP1.
"Di Waulai itu, wanita-wanitanya itu membentuk kelompok. Kita beri bantuan modal pengembangan tenun. Kalau di SP 1 itu, usaha kue. Kita, memberikan bantuan mesin pengering saja," kata Kepala DPPKBP3A, H Sunardi, Rabu (20/10/2021).
Kata Sunardi, sejatinya, bukan saja di dua desa ini, yang menjadi fokus Pemberdayaan Perempuan. Akan tetapi, kampung KB yang tersebar disebelas kecamatan ini, sudah terbentuk kelompoknya.
"Jadi, memang, disetiap kampung KB itu kan, ada namanya kelompok PPKS. Hanya saja, tenaga masih kurang, dan kurangnya anggaran apalagi refocusing. Sehingga, banyak direncanakan, tapi hanya sebagian terpenuhi. Sehingga, baru dua titik yang tersahuti," katanya.
Kendati begitu, lanjut Sunardi, semua desa memiliki jalur pembinaan meski tanpa dana. Itu melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera atau UPPKS.
"Tetapi, sebagai satuan kerja, kami bisa membantu soal adanya bantuan. Kalau tidak ada bantuan lewat kami, kami juga bisa bantu menguruskan lewat Dinas Sosial maupun Dinas Koperasi. Asal, dalam kelompok itu, usahanya harus fokus, atau cuma satu usaha saja," terang Sunardi.
Sunardi mengatakan, pemberdayaan perempuan dinilai sangat urgen. Sebab, itu merupakan upaya pemampuan perempuan memperoleh akses dan kontrol terhadap sumber daya, ekonomi, politik, sosial, budaya, agar perempuan dapat mengatur diri dan dapat meningkatkan rasa percaya diri supaya mampu berperan dan berpartisipasi aktif dalam memecahkan masalah.
Sehingga, mampu membangun kemampuan dan konsep diri. "Artinya, perempuan yang tidak berdaya guna, dalam kaitannya, bisa ikut bergabung, dalam pelaksanaan pembangunan," tandasnya. (m1/b/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:57 WIB
Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:10 WIB
Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:57 WIB
Rabu, 17 Desember 2025 | 19:35 WIB
Rabu, 23 Juli 2025 | 20:12 WIB
Kamis, 3 Juli 2025 | 05:55 WIB
Senin, 23 Juni 2025 | 16:07 WIB
Senin, 21 Oktober 2024 | 10:50 WIB
Jumat, 5 April 2024 | 21:11 WIB
Senin, 25 Maret 2024 | 15:01 WIB
Selasa, 19 Maret 2024 | 08:54 WIB
Minggu, 18 Februari 2024 | 20:12 WIB
Senin, 12 Februari 2024 | 16:18 WIB
Jumat, 2 Februari 2024 | 14:21 WIB
Kamis, 1 Februari 2024 | 19:16 WIB
Kamis, 1 Februari 2024 | 19:10 WIB
Kamis, 25 Januari 2024 | 13:26 WIB
Selasa, 23 Januari 2024 | 11:44 WIB
Kamis, 18 Januari 2024 | 12:55 WIB
Kamis, 11 Januari 2024 | 11:10 WIB