La Ode Mahajaya, SE,M.Kes.
LAWORO - Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Muna Barat (Mubar) La Ode Mahajaya meminta maaf atas pernyataan berita sebelumnya, terkait dengan tambahan tes wawancara bagi pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Mubar.
Dirinya, secara gentlemen mengakui dengan pernyataan itu, telah menimbulkan polemik. Itu artinya, pelamar abdi negara cuma menjalani Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) saja.
"Pertama saya mohon maaf. Jadi, tak ada itu seleksi wawancara. Saya tidak baca berita itu. Karena saya lagi diperjalanan menuju Kendari. Saya kira waktu itu kita hanya diskusi diskusi ringan saja. Tetapi bukan menjadi syarat dalam proses seleksi. Saya benar-benar kaget dengan berita itu. Dan saya baru baca setelah saya ditelepon kiri kanan oleh berbagai pihak," kata Kepala BKPP Mubar, La Ode Mahajaya mengakui miskomunikasi itu, melalui Whatshappnya, Jumat (27/8/2021) pagi ini.
Jika memang ada tes tambahan, lanjut dia, pasti akan dimuat dalam pengumuman di website BKPP secara resmi dan kepada masing-masing peserta.
"Saya benar-benar kaget dengan informasi yang sudah menjadi bola liar di medsos. Sekali lagi, tak ada tes tambahan wawancara. Saya mohon maaf," akunya. Apalagi, aturannya sudah jelas, tak ada tambahan tes selain SKD dan SKB.
Ia mengaku, dalam seleksi CPNS di Mubar, betul-betul berjalan dengan transparan.
Sekadar diketahui, sejumlah konresponden media di Muna berdiskusi soal seleksi SKD tes CPNSD Mubar tahun 2021. Kepala BPKP Mubar sempat keceplosan bahwa akan ada tes wawancara pada seleksi CPNSD kali ini.
Alasannya untuk memproteksi CPNSD titipan. Juga mengurangi mereka pindah setelah lulus jadi PNS. Itu dilakukan karena mereka memang dibutuhkan daerah saat mereka lulus. Alasan itulah mengapa sampai mengeluarkan pernyataan tambahan tes wawancara.
Mendengar informasi dari teman-teman jurnalistik ini, wartawan Rakyat Sultra berusaha konfirmasi langsung, demi mendapatkan informasi akurat dari narasumber langsung. Juga mengurangi polemik yang terjadi nanti. Jurnalistik Rakyat Sultra sempat menunggu, tetapi karena waktu sudah siang dia bergeser dulu ke Bappeda, usai dari Bappeda, sekitar pukul 13:00 Wita, jurnalis Rakyat Sultra melihat sudah ada kepala BKPP di kantornya.
Dua kali jurnalis rakyat Sultra mempertegas pernyataan soal informasi tentang tambahan tes wawancara itu saat diskusi bersama sejumlah wartawan yang bertugas di Pemda Mubar.
Kepala BPKP juga bilang akan dilakukan. Dia beralas, para calon abdi negara jangan menjadikan Mubar sebagai batu loncatan. Itu saja. Tidak ada alasan lain. Karena sudah banyak buktinya. Setelah lulus, mereka pindah dari Mubar. Padahal kehadiran mereka di Mubar sangat dibutuhkan. Karena itu tes wawancara ini diperlukan untuk memproteksi semua itu.
Jurnalis Rakyat Sultra juga sempat menanyakan sejauh mana tahapan penerimaan CPNS sebagai awal memulai wawancara narasumber, tetapi terjeda lantaran banyaknya tamu yang mengajukan usulan pindah tugas PNS alias titipan. Para tamu itu adalah bawahan Kepala BPKP Mubar. (m1/b/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:57 WIB
Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:10 WIB
Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:57 WIB
Rabu, 17 Desember 2025 | 19:35 WIB
Rabu, 23 Juli 2025 | 20:12 WIB
Kamis, 3 Juli 2025 | 05:55 WIB
Senin, 23 Juni 2025 | 16:07 WIB
Senin, 21 Oktober 2024 | 10:50 WIB
Jumat, 5 April 2024 | 21:11 WIB
Senin, 25 Maret 2024 | 15:01 WIB
Selasa, 19 Maret 2024 | 08:54 WIB
Minggu, 18 Februari 2024 | 20:12 WIB
Senin, 12 Februari 2024 | 16:18 WIB
Jumat, 2 Februari 2024 | 14:21 WIB
Kamis, 1 Februari 2024 | 19:16 WIB
Kamis, 1 Februari 2024 | 19:10 WIB
Kamis, 25 Januari 2024 | 13:26 WIB
Selasa, 23 Januari 2024 | 11:44 WIB
Kamis, 18 Januari 2024 | 12:55 WIB
Kamis, 11 Januari 2024 | 11:10 WIB