Laode Agus
LAWORO - Seperti KNPI Pusat dan KNPI Sultra, KNPI Muna Barat juga terjadi tigalisme kepemimpinan. Gonjang-ganjing kepengurusan KNPI ini berdampak pula pada pengelolaan anggaran. Di Muna Barat, yang mengelola dana hibah untuk organisasi perhimpunan kepemudaan ditangani oleh KNPI versi Syahrul Beddu yang dipimpin oleh Laode Sariba.
Kendati begitu, Ketua KNPI Mubar La Ode Agus versi kepengerusan Umar Bonte meminta pada Inspektorat Muna Barat melakukan audit anggaran dana hibah yang digelontorkan pemerintah kabupaten (Pemkab) terhadap organisasi kepemudaan tersebut.
Ia menilai, ada gelontoran anggaran lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Agus menilai pengelolaan anggaran itu tidak transparan. Apalagi, sampai saat ini, kegiatan dari KNPI itu sendiri tidak ada.
"Saya minta pada Inspektorat, pada bagian auditor untuk melakukan evaluasi keuangan daerah, betul-betul melihat, melakukan audit dari prospek pengeluaran dana hibah tadi," aku Ketua KNPI Mubar, La Ode Agus, saat dikonfirmasi, Kamis (5/8/2021).
La Ode Agus mengaku , dana hibah yang telah dialokasikan terhadap KNPI, harus dipertarggungjawabkan. Siapapun yang mengelola itu.
"Dalam perjalanannya, kami sebagai pengurus, saya juga belum tahu, dana itu, diperuntukkan untuk apa. Jadi, harus dipertanggungjawabkan," ulangnya menegaskan.
Dana hibah yang digelontorkan Pemkab lewat APBD, sebanyak Rp368 juta, yang diduga tidak jelas peruntukkannya.
Sebagai ketua KNPI, La Ode Agus tidak tahu menahu, berapa anggaran yang digelontorkan. Ternyata, dalam perjalanannya, ada sejumlah duit dalam bentuk dana hibah. Padahal, kalau dikelola, bisa digunakan kegiatan kepemudaan.
"Saya sebagai ketua KNPI, tidak tahu menahu soal anggaran itu. Padahal, KNPI merupakan corong mengaktualisasikan apa yang menjadi potensi pemuda dalam mensinergikan dengan pembangunan daerah," tegas La Ode Agus.
Untuk itu, ia berharap terhadap Pemda, agar membuka diri membangun ruang diskusi, agar bisa sinergi antara KNPI dan program daerah. "Pemuda Mubar, sangat banyak dan punya potensi. Dengan adanya kucuran dana hibah, bisa melakukan kegiatan kepemudaan. Ada eksplor wisata, eksplor seni. Seharusnya, Pemda melalui KNPI bisa dilakukan. Itu sebenarnya paling penting harapan kita," katanya.
Makanya, dalam waktu dekat ini, pihaknya bakalan melakukan Musyawarah Daerah (Musda), agar mereposisi kembali kepengurusan yang terjadi di internal KNPI.
"Saya berharap, bagaimana kelompok-kelompok KNPI ini, bisa bertemu, membicarakan formasi KNPI agar bisa berwarna. Kemudian, Pemda sebagai pemerintah, membantu peran-peran itu. Bicara distribusi dana hibah, bisa terbuka dengan kita. Supaya bisa kita canangkan program yang bisa bersinergi dengan pemerintah. Intinya, pemerintah bisa membantu, demi prospek perjalanan pembangunan daerah," tandasnya.
Untuk diketahui, trilisme kepemimpinan KNPI Mubar terjadi. Dengan badan hukum yang jelas. Tiga KNPI Mubar itu yakni La Ode Agus versi Umar Bonte, Nukman versi Sumarlin Suriono dan La Ode Sariba versi Syahrul Beddu. Ketiga-tiganya, juga punya andil mengikuti Musda saat memilih Ketua KNPI Provinsi Sultra belum lama ini. (m1/b/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:57 WIB
Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:10 WIB
Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:57 WIB
Rabu, 17 Desember 2025 | 19:35 WIB
Rabu, 23 Juli 2025 | 20:12 WIB
Kamis, 3 Juli 2025 | 05:55 WIB
Senin, 23 Juni 2025 | 16:07 WIB
Senin, 21 Oktober 2024 | 10:50 WIB
Jumat, 5 April 2024 | 21:11 WIB
Senin, 25 Maret 2024 | 15:01 WIB
Selasa, 19 Maret 2024 | 08:54 WIB
Minggu, 18 Februari 2024 | 20:12 WIB
Senin, 12 Februari 2024 | 16:18 WIB
Jumat, 2 Februari 2024 | 14:21 WIB
Kamis, 1 Februari 2024 | 19:16 WIB
Kamis, 1 Februari 2024 | 19:10 WIB
Kamis, 25 Januari 2024 | 13:26 WIB
Selasa, 23 Januari 2024 | 11:44 WIB
Kamis, 18 Januari 2024 | 12:55 WIB
Kamis, 11 Januari 2024 | 11:10 WIB