La Ode Mahajaya, SE, M.Kes
LAWORO - Pencari kerja yang berminat mengikuti rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat (Mubar), agar mempersiapkan diri.
Pasalnya, seleksi yang direncanakan bakalan berlangsung medio Juni ini, sementara menunggu Petunjuk Teknis (juknis) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hal itu, untuk mengatur tahapan penerimaan calon abdi negara.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Mubar, La Ode Mahajaya mengaku, juknis dari pemerintah pusat tersebut, dipastikan dalam waktu dekat sudah ada. Apalagi, berdasarkan informasi awal, bahwa seleksi ASN, dilakukan Juni ini.
"Soal penerimaan CPNS, kita masih menunggu Juknis dari pusat. Insyaallah, dalam waktu dekat sudah ada informasinya mungkin," kata Kepala BKPP Mubar, La Ode Mahajaya, saat dikonfirmasi, Selasa (8/6/2021).
Pria berkacamata ini menjelaskan, juknis yang dimaksud, sebagai petunjuk pelaksanaan tes. Mulai dari seleksi berkas, sampai dengan seleksi tertulis. Apalagi, kuota yang diterima di Mubar, cukup banyak. Sehingga, butuh persiapan matang dalam merekrut calon abdi negara.
"Saya kira kalau dibatalkan mungkin tidak. Tetapi, karena jumlahnya yang terlalu banyak, sehingga butuh persiapan," terang mantan Kadinkes ini.
Sebagai tambahan, ada 232 kuota yang diporsikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk daerah tersebut.
Jumlah itu, berdasarkan keputusan Kemenpan RB nomor 762 tahun 2021 tentang penetapan kebutuhan ASN dilingkungan kabupaten Mubar.
Dari jumlah itu, untuk mengisi posisi guru, tenaga kesehatan, tenaga teknis. Sementara untuk tenaga guru sendiri, paling banyak diterima dari jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja alias PPPK, yang porsinya sangat banyak. Rinciannya, guru untuk total keseluruhan terdiri atas 138. Akan tetapi, Formasinya ada 136. Tapi, ada dua bidang studi untuk dua formasi. Sedangkan, tenaga kesehatan, diterima 11 orang dan tenaga teknis sebanyak 68 orang.
Sementara, untuk non guru PPPK sebanyak 15 orang, dengan rincian tenaga penyuluh pertanian 5 orang serta untuk porsi sekretariat sebanyak 10 orang, yang akan ditempatkan dibagian Unit Layanan Pengadaan (ULP). (m1/b/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:57 WIB
Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:10 WIB
Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:57 WIB
Rabu, 17 Desember 2025 | 19:35 WIB
Rabu, 23 Juli 2025 | 20:12 WIB
Kamis, 3 Juli 2025 | 05:55 WIB
Senin, 23 Juni 2025 | 16:07 WIB
Senin, 21 Oktober 2024 | 10:50 WIB
Jumat, 5 April 2024 | 21:11 WIB
Senin, 25 Maret 2024 | 15:01 WIB
Selasa, 19 Maret 2024 | 08:54 WIB
Minggu, 18 Februari 2024 | 20:12 WIB
Senin, 12 Februari 2024 | 16:18 WIB
Jumat, 2 Februari 2024 | 14:21 WIB
Kamis, 1 Februari 2024 | 19:16 WIB
Kamis, 1 Februari 2024 | 19:10 WIB
Kamis, 25 Januari 2024 | 13:26 WIB
Selasa, 23 Januari 2024 | 11:44 WIB
Kamis, 18 Januari 2024 | 12:55 WIB
Kamis, 11 Januari 2024 | 11:10 WIB