Jumat, 28 Agustus 2026

Baru Dua Tahun Dikerja, Embung Kasimpa Jaya Mulai Rusak dan Kumuh

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Rabu, 24 Februari 2021 | 20:26 WIB
    Jurnalis Harian Rakyat Sultra Muhammad Ery, saat memantau langsung Embung Kasimpa Jaya yang kini sudah terlihat kumuh dan tak terurus.
  LAWORO - Destinasi Embung Kasimpa Jaya di Desa Kasimpa Jaya, Kecamatan Tiworo Selatan, Kabupaten Muna Bar at, sangat memprihatinkan. Kualitas pengerjaannya patut diragukan. Pasalnya, kondisinya, kini mulai rusak dan terlihat kumuh alias tak terurus. Anehnya, kerusakan yang notabene dijadikan sebagai ekowisata itu, rusak dimakan usia. Padahal, pembangunannya belum cukup dua tahun. Mega proyek itu baru dilakukan 2019 silam. Itu terlihat dengan kondisi selasar lantai embung yang mulai retak dan berlubang. Keadaannya pun nyaris rubuh. Ditambah lagi, pagar-pagar besi yang mulai sembrawut serta tulisan "Kasimpa Jaya" yang sudah hilang satu persatu. Ironisnya, pembangunan embung Kasimpa Jaya menjadi prioritas kawasan perdesaan dan dipoles bakalan menjadi wisata baru. Padahal, anggaran pengerjaannya cukup fantastis hingga mencapai angka miliaran, yang disuntik lewat dana Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN). Sayang, kondisinya jauh dari kesan "eksotis". Mirisnya lagi, tak ada ploting anggaran perawatan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui Kabid Sumber Daya Air Surachman mengaku, anggaran yang digelontorkan negara terhadap pembangunan embung mencapai Rp 1 miliar lebih. Dalam prosesnya, tak ada biaya pemeliharaannya. "Setahu saya, anggarannya Rp 1 miliar lebih karena pekerjaan APBN. Tahun 2019 dikerja. Tidak ada pemeliharaan. Karena, harapannya, dikelola Bumdes desa," pengakuan Surachman saat dimintai keterangannya, Rabu (24/2/2021). Surachman menjelaskan, pihaknya berharap embung Kasimpa diambil alih pemdes. Artinya, kalau desa ikut membangun, embung bisa dimanfaatkan sebagai tempat pembudidayaan ikan, maupun sarana wisata. Sebagaimana, peruntukkannya, sarana rekreasi, fungsi ekowisata maupun budidaya. "Coba kalau dirawat itu bisa dikelola. Kalau ada biaya pemeliharaannya, bisa kita pelihara. Tapi kan tidak ada," katanya. Ditanya, soal embung Kasimpa Jaya masuk aset siapa, Surachman tak mengetahui secara pasti, apakah itu aset pemerintah kabupaten atau pemerintah desa. Ia hanya berdalih, masuk aset pemerintah. "Masuk aset pemerintah. Saya belum tahu apakah penyerahannya, dari kementerian ke pemdes atau bagaimana. Kita saat itu sifatnya mengusulkan agar programnya bermanfaat. Hanya persoalan siapa yang akan mengelola itu, sepanjang saya cermati banyak itu domain kementerian dan masyarakat," alibi Surachman. Sebagai tambahan, selain dana APBN, instansi itu juga bakalan dikucurkan anggaran sebesar Rp 10 miliar yang diproyeksikan untuk pembangunannya. Apalagi, katanya, pembangunan embung menjadi pilot project keberhasilan pembangunan embung di wilayah timur Indonesia. Itu berdasarkan keterangan Surachman 2018 silam. Akan tetapi, fakta di lapangan tidak demikian. Miris. (m1/b/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Bawaslu Muna Rekomendasi PSU di 4 TPS, Ini Penyebabnya!

Minggu, 18 Februari 2024 | 20:12 WIB

Bawaslu Muna Tegaskan Hari Ini Seluruh APK Ditertibkan

Senin, 12 Februari 2024 | 16:18 WIB

Simulasi Pemilu di TPS Napabalano

Kamis, 1 Februari 2024 | 19:16 WIB

Bachrun Tunggu Restu Mendagri untuk Mutasi Pejabat

Kamis, 1 Februari 2024 | 19:10 WIB

Kuota Bedah Rumah di Sultra 3000 Unit

Kamis, 11 Januari 2024 | 11:10 WIB
X