Sahrul
RAHA- Pesta demokrasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilkada) Muna telah usai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muna telah mengumumkan hasil rekapitulasi perhitungan suara pilkada Muna, dimana pasangan calon (paslon) LM Rusman Emba-H Bachrun Labuta (TERBAIK) unggul 8.124 suara dari paslon LM Rajiun Tumada-H La Pili (RAPI). Paslon TERBAIK berhasil meraup 64.122 suara atau 53,4 %, sementara paslon RAPI meraup 55.980 suara atau 46,6 % .
Tim paslon TERBAIK, Sahrul mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Muna dan paslon RAPI beserta tim untuk bersama-sama menerima hasil pleno KPU Muna tentang hasil perhitungan suara dan mendukung paslon terpilih yakni paslon TERBAIK demi terpeliharanya konduktifitas Kamtibmas daerah Kabupaten Muna.
Menyikapi dinamika politik yang berkembang dimana pendukung paslon RAPI menggelar aksi unjuk rasa di Bawaslu Muna, Rabu (16/12), Sahrul menilai hal itu sah-sah saja dalam demokrasi. Namun ia mengajak seluruh pihak agar lebih bijak menyikapi hasil pilkada Muna yang menyisakan selisih 8.124 suara.
"Pihak sebelah harus lebih bijak menyikapinya. Dengan selisih yang begitu besar, tidak ada regulasi yang memungkinkan untuk mempersoalkan selisih ini," kata Sahrul.
Ia mengatakan, sudah saatnya mengakhiri seluruh perpecahan yang terjadi di Kabupaten Muna akibat beda dukungan dan beda pilihan di Pilkada Muna.
"Pilkada Muna telah selesai, mari kita akhiri seluruh perpecahan yang timbul selama proses pilkada ini, baik perpecahan antar kelompok, maupun antar keluarga maupun kerabat. KPU telah mengumumkan hasil perolehan suara, mari kita kembali merajut tali persaudaraan dan pertemanan dengam mendukung calon terpilih demi menjaga konduktifitas daerah dan kemajuan daerah kita Kabupaten Muna," ajaknya.
Mantan wartawan Majalah Tempo ini khawatir, jika masyarakat kembali larut dalam polemik hasil perolehan suara pilkada Muna ini maka dikhawatirkan masyarakat akan kembali terjebak pada persoalan kepentingan politik yang tidak akan ada habisnya.
"Mari kita berpikir bagaimana menjaga konduktifitas daerah kita, jangan sampai ada pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan momentum politik ini untuk kepentingan pribadinya," pungkasnya. (sra/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:57 WIB
Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:10 WIB
Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:57 WIB
Rabu, 17 Desember 2025 | 19:35 WIB
Rabu, 23 Juli 2025 | 20:12 WIB
Kamis, 3 Juli 2025 | 05:55 WIB
Senin, 23 Juni 2025 | 16:07 WIB
Senin, 21 Oktober 2024 | 10:50 WIB
Jumat, 5 April 2024 | 21:11 WIB
Senin, 25 Maret 2024 | 15:01 WIB
Selasa, 19 Maret 2024 | 08:54 WIB
Minggu, 18 Februari 2024 | 20:12 WIB
Senin, 12 Februari 2024 | 16:18 WIB
Jumat, 2 Februari 2024 | 14:21 WIB
Kamis, 1 Februari 2024 | 19:16 WIB
Kamis, 1 Februari 2024 | 19:10 WIB
Kamis, 25 Januari 2024 | 13:26 WIB
Selasa, 23 Januari 2024 | 11:44 WIB
Kamis, 18 Januari 2024 | 12:55 WIB
Kamis, 11 Januari 2024 | 11:10 WIB