dr Laode Ahmad Wahid, Sp.PD
RAHA - Kabar duka kembali menyelimuti masyarakat Kabupaten Muna. Seorang wanita berusia 51 tahun, warga Kecamatan Katobu Kabupaten Muna meninggal dunia, Senin (24/8/2020) di Ruang Isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna, akibat Corona Virus Disease (Covid-19).
Kematian warga Katobu tersebut menambah jumlah warga Kabupaten Muna yang meninggal akibat Covid-19 menjadi dua orang. Juru bicara Covid-19 Muna, dr La Ode Ahmad Wahid, Sp.PD menjelaskan, pasien covid tersebut mulai menjalani perawatan sejak tanggal 19 Agustus 2020 karena mengalami demam dan muntah-muntah serta mengalami obesitas (kegemukan).
Pasien tersebut diketahui baru saja melakukan perjalanan dari Kota Kendari, setelah dua hari tiba di Raha kemudian mengalami demam dan muntah-muntah. "Setelah dilakukan pemeriksaan, hasil rapid test reaktif, hasil swabnya juga positif Covid-19," jelasnya.
Dengan bertambahnya kematian akibat Covid-19 ini Wahid menghimbau masyarakat Muna agar tak mengabaikan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker dan rajin mencuci tangan pada air mengalir.
Kematian pasien Covid-19 ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Pihak keluarga sekaligus kecewa terhadap kinerja gugus tugas Covid-19 Kabupaten Muna yang tak ikut terlibat langsung dalam prosesi pemakaman jenazah.
Awal Jaya Bolombo
"Dari pihak rumah sakit kami keluarga sudah diinformasikan bahwa pasien meninggal akibat Covid-19. Untuk pengurusan jenazah dilakukan sesuai roptokol Covid-19. Tapi setelah tiba di pemakaman yang terlibat malah anggota kepolisian, mengangkat peti jenazah sampai membantu proses pemakamkan. Kami keluarga merasa kecewa dengan kinerja gugus tugas Covid-19 Kabupaten Muna, dan gugus tugas ini harus dievaluasi kinerjanya. Ini tak boleh dibiarkan, sebab jumlah pasien covid-19 yang meninggal di Muna makin bertambah," kata Awal Jaya Bolombo mewakili keluarga.
Pria yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Muna ini sangat menyayangkan petugas Covid-19 yang tak terlibat langsung dalam prosesi pemakaman jenazah yang menggunakan protokol kesehatan.
"Masyarakat serba salah, ketika jenazah diambil paksa dilarang, tapi kalau dibiarkan juga jenazah bisa terlantar. Untung ada anggota kepolisian yang turun tangan mengurus pemakaman, dan pak Kapolres Muna juga ada di tempat pemakaman sampai selesai prosesi pemakaman," urai Ketua Fraksi Demokrat DPRD Muna ini.
Atas nama keluarga, pria yang akrab disapa AJB ini menyatakan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho, SIK bersama anggotanya yang sigap dan terlibat langsung membantu proses pemakaman jenazah Covid-19 ini hingga selesai.
Sementara itu ketua gugus tugas Covid-19 Kabupaten Muna belum berhasil dikonfirmasi. (sra/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:57 WIB
Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:10 WIB
Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:57 WIB
Rabu, 17 Desember 2025 | 19:35 WIB
Rabu, 23 Juli 2025 | 20:12 WIB
Kamis, 3 Juli 2025 | 05:55 WIB
Senin, 23 Juni 2025 | 16:07 WIB
Senin, 21 Oktober 2024 | 10:50 WIB
Jumat, 5 April 2024 | 21:11 WIB
Senin, 25 Maret 2024 | 15:01 WIB
Selasa, 19 Maret 2024 | 08:54 WIB
Minggu, 18 Februari 2024 | 20:12 WIB
Senin, 12 Februari 2024 | 16:18 WIB
Jumat, 2 Februari 2024 | 14:21 WIB
Kamis, 1 Februari 2024 | 19:16 WIB
Kamis, 1 Februari 2024 | 19:10 WIB
Kamis, 25 Januari 2024 | 13:26 WIB
Selasa, 23 Januari 2024 | 11:44 WIB
Kamis, 18 Januari 2024 | 12:55 WIB
Kamis, 11 Januari 2024 | 11:10 WIB