Masyarakat membuka blokir jalan disaksikan masyarakat setempat dan pihak kepolisian. Foto: Ist
RAHA-Koalisi Mahasiswa Pemuda dan Masyarakat (KMPM) Desa Kontukowuna akhirnya membuka beton pembatas yang dibangun untuk memblokir jalan antara Desa Bahutara dan Desa Kontukowuna Kecamatan Kontukowuna, Senin siang (22/6/2020).
Pembukaan blokade jalan tersebut dilakukan setelah dilakukan pertemuan antara pemerintah desa/kecamatan, Kapolres Muna dan jajarannya, dan KMPM menghasilkan sejumlah kesepakatan untuk penyelesaian konflik sosial antar dua desa tersebut.
Camat Kontukowuna, La Inpres mengatakan, blokade jalan tersebut dikhawatirkan akan mengganggu aktifitas sosial kemasyarakatan antar dua desa, sehingga blokirnya dibuka. "Jangan sampai upaya menyelesaikan masalah justru memunculkan masalah baru, sehingga masyarakat membuka blokir jalan tersebut," jelas Inpres.
Sebelumnya, Senin pagi (22/6) KMPM melakukan aksi blokir jalan sebagai luapan kekecewaan mereka terhdap lambannya kinerja kepolisian dalam menyelesaikan konflik sosial yang terjadi antara dua desa tersebut, termasuk penyelesaian kasus penjarahan kios dan pengrusakan rumah salah seorang tokoh masyarakat Desa Kontukowuna yang terjadi pada Kamis (18/6/2020).
Inpres mengatakan, konflik sosial yang terjadi di Kontukowuna tak bisa disepelekan dan harus diselesaikan secara paripurna agar tak lagi bekepanjangan.
"Persoalan ini butuh perhatian kita semua. Dari sisi kriminalitas itu menjadi domain kepolisian, dan dari sisi konflik sosialnya, saya selaku Camat Kontukowuna tak bisa tutup mata dan segera mengambil langkah-langkah," tegasnya.
Dalam waktu dekat (Kamis), pemerintah kecamatan akan mengundang seluruh pihak terkait, mulai dari kepala desa, BPD, pihak kepolisian dan tokoh-tokoh masyarakat untuk melakukan mediasi, sehingga konflik ini tak berkepanjangan.
Lanjutnya, untuk mengantisipasi kembali munculnya konflik sosial antar dua desa tersebut, pihak kepolisian dan masyarakat akan melakukan ronda dan jaga bersama di pos-pos penjagaan di desa.
Sebelumnya, Camat Kontukowuna telah melayangkan surat ke semua desa dan BPD se kecamatan Kontukowuna agar mengaktifkan ronda di pos-pos penjagaan di desa masing-masing untuk mengantisipasi munculnya konflik sosial yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
"Karena ada hal-hal yang terjadi di desa, maka saya minta desa-desa mengaktifkan ronda. Alhamndulillah Desa Bahutara dan Desa Kontukowuna telah berjalan meskipun hanya berjalan efektif empat malam karena ada kendala tehnis. Mulai sebentar malam (Senin malam_red), pos ronda mulai diaktifkan kembali dengan melibatkan pihak kepolisian,"tegas Inpres. (sra/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:57 WIB
Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:10 WIB
Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:57 WIB
Rabu, 17 Desember 2025 | 19:35 WIB
Rabu, 23 Juli 2025 | 20:12 WIB
Kamis, 3 Juli 2025 | 05:55 WIB
Senin, 23 Juni 2025 | 16:07 WIB
Senin, 21 Oktober 2024 | 10:50 WIB
Jumat, 5 April 2024 | 21:11 WIB
Senin, 25 Maret 2024 | 15:01 WIB
Selasa, 19 Maret 2024 | 08:54 WIB
Minggu, 18 Februari 2024 | 20:12 WIB
Senin, 12 Februari 2024 | 16:18 WIB
Jumat, 2 Februari 2024 | 14:21 WIB
Kamis, 1 Februari 2024 | 19:16 WIB
Kamis, 1 Februari 2024 | 19:10 WIB
Kamis, 25 Januari 2024 | 13:26 WIB
Selasa, 23 Januari 2024 | 11:44 WIB
Kamis, 18 Januari 2024 | 12:55 WIB
Kamis, 11 Januari 2024 | 11:10 WIB