Postingan Pemilik Akun Facebook Rosa Naira AuroraAlfaira
RAHA-Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Muna, La Ode Darmansyah kepada Muharam yang terjadi di kediaman pribadi Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ir Ridwan Bae tanggal 24 Februari 2020 masih bergulir di ranah hukum.
Namun, keduanya telah sepakat untuk memilih berdamai dan saling memaafkan serta masing-masing meneken surat pernyataan damai.
Namun dibalik perdamaian tersebut keduanya diterpa isu tak sedap. Diduga ada mahar proyek, uang amplop dan pemberian kios dibalik perdamaian itu seperti diunggah oleh pemilik akun facebook Rosa Naira AuroraAlfaira yang memosting status tanggal 7 Mei 2020 pukul 23.49 Wita.
Dikonfirmasi terkait isu tersebut, Kadis Perindag Muna, La Ode Darmansyah membantah.
"Tidak pernah saya kasi kios sama Muharam. bisakah kita kasi kios yang bukan pedagang ?. Silakan lacak apakah ada kios atas nama Muharam atau istrinya? tidak ada itu. Kemudian soal proyek, proyek apa musim covid begini?," bantahnya.
Ia menegaskan bahwa isu tersebut adalah fitnah. "Kalau saya jadi Muharam saya akan keberatan dan lapor polisi," ujarnya.
Ia juga meluruskan bahwa perdamaian tersebut atas panggilan hati nurani, tidak ada embel-embel materi di belakangnya.
"Muharam datang ke saya karena panggilan hati nuraninya, karena memang pak Ridwan Bae mengatakan, lebih baik kalian berdamai, karena kalian itu adalah adik-adik saya. Maka datanglah dia ke saya dan kami memilih berdamai atas dasar kekeluargaan," kata Darmansyah.
Mantan Plt Kepala Dinas PMD Muna ini mengakui bahwa Muharam dua kali datang ke ruangannya dalam rangka menjajal perdamaian ini. " Setelah kami berdamai dan meneken pernyataan, kemudian saya berikan kepada pengacara saya untuk disampaikan kepada penyidik kepolisian dan kejaksaan bahwa kami telah berdamai," ucapnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Muharam. Ketika dihubungi via telpon selulernya, Rabu (13/5/2020), Muharam membantah adanya mahar kios, proyek dan uang amplop.
"Tidak ada itu (mahar proyek, kios dan uang amplop, red). Hanya memang saya ada penyampaian seperti itu. Tapi sudahlah ini bulan suci, tidak perlu ada hal-hal yang menjadi tawaran-tawaran. Kita berdamai karena panggilan hati nurani, bukan karena ada sesuatu dan lain hal," ucap Muharam.
Pria yang tergabung dalam Masyarakat Pecinta Rajiun (MPR) ini memutuskan untuk berdamai di bulan suci ramadan ini agar ia bisa beribadah dengan tenang dan hati yang suci. "Saya ingin ibadah saya di bulan suci ramadan ini benar-benar suci. Saya tidak ingin ada yang tersakiti akibat keegoisan saya," alasnya.
Terkait isu mahar kios, Muharam menegaskan bahwa dirinya adalah orang yang menolak pembangunan Pasar Moderen Laino dan mengadvokasi masyarakat untuk tidak masuk menjual di gedung Pasar Moderen. Sangat tidak logis jika ia tiba-tiba memiliki kios di dalam Pasar Sentral Laino.
"Lalu tiba-tiba saya memiliki kios di dalam? Yang ingin saya katakan adalah apa ya g diposting di media sosial itu tidak benar," tegas Muharam.
Terkait langkah-langkah yang akan dilakukan tentang postingan pemilik akun Rosa Naira AuroraAlfaira, Muharam belum memikirkan upaya hukum. "Ini bulan suci ramadan, biarkan hati saya damai dulu. Tidak tahu seiring berjalannya waktu, akan saya pikirkan lagi nanti, karena terus terang postingan itu juga mengganggu hati dan pikiran saya,"jawabnya.
Sementara itu kasus dugaan penganiayaan ini terus bergulir di ranah hukum. Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho SIK menegaskan, kasus ini terus berlanjut dan telah memasuki fase penyidikan dan penyampaian SPDP ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). "Kasusnya sudah P19, sementara diteliti berkasnya oleh JPU,"pungkas Debby. (sra/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:57 WIB
Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:10 WIB
Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:57 WIB
Rabu, 17 Desember 2025 | 19:35 WIB
Rabu, 23 Juli 2025 | 20:12 WIB
Kamis, 3 Juli 2025 | 05:55 WIB
Senin, 23 Juni 2025 | 16:07 WIB
Senin, 21 Oktober 2024 | 10:50 WIB
Jumat, 5 April 2024 | 21:11 WIB
Senin, 25 Maret 2024 | 15:01 WIB
Selasa, 19 Maret 2024 | 08:54 WIB
Minggu, 18 Februari 2024 | 20:12 WIB
Senin, 12 Februari 2024 | 16:18 WIB
Jumat, 2 Februari 2024 | 14:21 WIB
Kamis, 1 Februari 2024 | 19:16 WIB
Kamis, 1 Februari 2024 | 19:10 WIB
Kamis, 25 Januari 2024 | 13:26 WIB
Selasa, 23 Januari 2024 | 11:44 WIB
Kamis, 18 Januari 2024 | 12:55 WIB
Kamis, 11 Januari 2024 | 11:10 WIB