dr Ahmad Wahid, Sp.PD
RAHA-Petugas kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna, Ikatan Dokter Indoneaia (IDI) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Muna kini fokus tracing (melacak) kontak pasien Corona Virus Disease (Covid-19) pada orang-orang yang terlibat dalam kegiatan keagamaan GPIB yang diselenggarakan di Kota Raha tanggal 3-6 Maret 2020.
Hal itu disampaikan oleh juru bicara percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Muna, dr La Ode Ahmad Wahid, Sp.PD saat menggelar konfrensi pers, Rabu (29/4/2020).
Tracing tersebut dilakukan setelah melihat fakta-fakta bahwa dari 12 orang yang dinyatakan positif Covid-19 di Muna, semua terkait dengan kepanitiaan kegiatan GPIB, di mana salah seorang yang positif merupakan tuan rumah kegiatan pesta keluarga di Jl Sukowati Kelurahan Laende, Kecamatan Katobu, tanggal 14 Maret 2020.
"Dari hasil pemeriksaan, sampai saat ini klaster Lambelu dan Orang Dalam Pantauan (ODP) dari seluruh puskesmas belum ada yang positif," ungkap dr Wahid.
Pihaknya juga akan melakukan tes swab nasoorofaring (NOF) secara Real-Time PCR terhadap delapan orang warga Muna yang positif rapid tesnya dan hasil swabnya negatif pada tanggal 14 April lalu.
Hal itu dilakukan karena adanya bukti bahwa salah seorang dari lima positif Covid-19 yang diumumkan tanggal 29 April, hasil swabnya negatif pada tanggal 14 April lalu. "Kita harus fokus disini. Delapan orang ini kita swab ulang," tegasnya.
Juga terkait 11 orang hasil rapid testnya positif namun hasil swabnya negatif, akan dilacak kontak eratnya untuk selanjut dilakukan rappid test. "Kita harus berbuat untuk mengejar kontak erat dan tidak erat terkait kegiatan GPIB dan pesta," tegasnya.
Terkait dengan orang-orang yang pernah menjalani rapid test dan swab negatif, dr Wahid mengingatkan agar tetap melakukan isolasi mandiri hingga ada pemberitahuan tidak dilakukan lagi tes berikutnya.
Ia menegaskan, pasien Covid-19 bukanlah aib tapi musibah yang bisa menimpa siapa saja, sehingga tidak perlu dikucilkan. Wahid meminta agar masyarakat memberikan support atau dukungan kepada pasien Covid-19 seraya berdoa dan berupaya untuk memutus mata rantai Covid-19 ini.
"Tetap waspada, patuhi anjuran pemerinta, pakai masker, terapkan social distancing dan berperilaku hidup bersih dan sehat,"pesan Wahid. (sra/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:57 WIB
Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:10 WIB
Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:57 WIB
Rabu, 17 Desember 2025 | 19:35 WIB
Rabu, 23 Juli 2025 | 20:12 WIB
Kamis, 3 Juli 2025 | 05:55 WIB
Senin, 23 Juni 2025 | 16:07 WIB
Senin, 21 Oktober 2024 | 10:50 WIB
Jumat, 5 April 2024 | 21:11 WIB
Senin, 25 Maret 2024 | 15:01 WIB
Selasa, 19 Maret 2024 | 08:54 WIB
Minggu, 18 Februari 2024 | 20:12 WIB
Senin, 12 Februari 2024 | 16:18 WIB
Jumat, 2 Februari 2024 | 14:21 WIB
Kamis, 1 Februari 2024 | 19:16 WIB
Kamis, 1 Februari 2024 | 19:10 WIB
Kamis, 25 Januari 2024 | 13:26 WIB
Selasa, 23 Januari 2024 | 11:44 WIB
Kamis, 18 Januari 2024 | 12:55 WIB
Kamis, 11 Januari 2024 | 11:10 WIB